Selamat Datang

Alhamdulillah, blog ini masih dapat dimanfaatkan untuk melengkapi kekurangan fasilitas website http://syaifuddin-mr.com/
Blog ini digunakan untuk memperpanjang pertemuan kuliah yang dibatasi tempat dan waktu. Semoga bermanfaat.

Syaifuddin

27 Agustus 2019

Ketuhanan dan kebahagiaan

Paparan tentang ketuhanan dan kebahagian telah disampaikan. Ketuhanan erat hubungannya dengan spiritualitas kita. Sampai saat ini masih ada manusia yang mengingkari keberadaan Tuhan. Mengapa ini dapat terjadi.
Selanjutnya, untuk menjamin kebahagiaan yang didambakan setiap orang, bagaimana dapat diwujudkan serta bagaimana fenomena seorang yang merasa selalu diliputi masalah. Silahkan didiskusikan dan dikembangkan untuk pendalaman materi.
Terima kasih.

8 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Kelas : B-2.3 Wr. Supratman
    Nama : Nabilla Nuraeni
    NIM : 101911133211

    Assalamualaikum wr. wb.
    Setiap manusia pada dasarnya membutuhkan Tuhan. Mereka akan selalu butuh baik dalam keadaan susah maupun senang. Akhir-akhir ini banyak orang yang mengingkari akan keberadaan Tuhan. Menurut saya orang-orang seperti itu sebenarnya masih percaya akan adanya Tuhan. Tapi mereka bingung Tuhan mana yang akan mereka percayai karena banyaknya perwujudan Tuhan. Maka dari itu mereka lebih percaya akan kemampuan berlogika dan ilmu pengetahuan yang ada. Menurut saya, mereka sebenarnya termasuk dalam golongan orang-orang yang bingung dalam pencarian jati dirinya. Seolah-olah mereka hanya bisa mempercayai sesuatu melalui hal nyata yang dapat mereka lihat. Maka dari itu kita sebagai umat muslim harus memperkuat iman dan taqwa kita, karena pada dasarnya konsep ketuhanan memang tidak bisa dilihat dengan mata atau didengar oleh telinga, namun bisa dirasakan dengan hati.
    Wassalamualaikum wr. wb.

    BalasHapus
  3. Kelas C-2.4 Wr. Supratman, Tata Cahyani Ningtyas, 151910113047



    Menurut saya, mengapa saat ini masih ada manusia yang mengingkari keberadaan tuhan?  Sebab semua itu sebenarnya berasal dari diri setiap manusia itu yang belum bisa menerima atau legowo dengan apa yang diberikan tuhan dan mereka pun juga belum bisa bersyukur atas nikmat yang diberikan tuhan kepadanya.  Sebenarnya, jikalau setiap manusia mau bersyukur dengan semua keadaan dan semua nikmat yang diberikan tuhan, pastinya kebahagiaan itu akan datang dengan sendirinya karena hati mereka diliputi dengan rasa syukur dan rasa puas akan apa yang diberikan tuhan, tidak seperti mereka yang hatinya merasa apa yang diberikan tuhan belum bisa memenuhi kehidupannya dan itu yang membuat mereka merasa tidak bahagia dalam hidup.  Sedangkan untuk seseorang yang merasa dirinya selalu ditimpa masalah dihidupnya itu menurut saya memang ada dan banyak.  Sebenarnya jikalau mereka bisa berpikir positif kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah, dan selalu bersyukur kepadaNya pastinya rasa selalu terjebak dengan berbagai masalah itu tidak akan ada, karena mereka tau bahwa hidup mereka memang akan selalu ada permasalah sebagai ujian hidup,  mereka juga akan percaya banwa dengan adanya ujian hidup tuhan senantiasa sayang kepada kita,  dan dengan adanya rasa syukur atas segala masalah pasti akan membuat masalah tersebut tidak menjadi rasa beban yang teramat berat bagi setiap manusia.  Sehingga,  yang sebenarnya adalah tuhan selalu memberikan kebahagiaan kepada setiap umatnya dengan berbagai cara yang berbeda, bisa langsung memberikannya atau harus melewati suatu ujian hidup terlebih dahulu

    BalasHapus
  4. Kelas C-2.4 wr.supratman Afzalur Rahman , 151911513051

    Setiap manusia pada dasarnya lebih memercayai secara objektiv atau lebih tepatnya apa yang bisa mereka lihat langsung, dan jika berbicara tentang tuhan setiap manusia memiliki keyakinan masing2 bahkan pasti ada manusia yang mengaku bertuhan kepada ALLAH (islam) tetapi jika mereka diberi pertanyaan dimanakah tuhanmu, seperti apakah tuhanmu, kenapa kau percaya kepada tuhanmu jika kau tidak tahu seperti apa tuhanmu dan bagaimana tuhanmu. Nah jika sudah seperti ini sangatlah rawan manusia manusia yang beriman lemah memilih berpindah keyakinan dengan embel embel dilancarkan kebutuhan pokok mereka. Bagi mereka mereka yang beriman lemah pasti mereka sering sekali tidak tenang dalam kehidupan mereka karena sudah sangat jelas jika orang yang berjman lemah hanya diberi pertanyaan seperti itu iman mereka sudah gundah apalagi diberi persoalan persoalan hidup yang sangat berat dan menggoyahkan iman. Maka dari itu wajiblah setiap manusia memperkuat iman mereka setiap individu agar kelak hidup mereka tidak mudah terpengaruh oleh yang lain.

    BalasHapus
  5. Kelas W.R. Supratman B-2.3, Shafa Ainunniss Suratno, 101911133115

    -menurut saya masih ada manusia yang mengingkari keberadaan Tuhan balik lagi ke pribadi masing-masing manusia. dan biasanya manusia seperti itu karena merasa dirinya tidak pernah melihat adanya wujud tuhan dan merasa dirinya bisa menjalankan apapun selama hal itu baik dan hanya mengandalkan ilmu pengetahuan dan logika.
    -untuk menjamin kebahagiaan yang didambakan setiap orang, lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta senantiasa bersyukur atas rezeki apapun yang diberikan dan tetap istiqamah.
    -fenomena seorang yang merasa selalu diliputi masalah. sebenarnya memang setiap orang pasti mempunyai masalah, disitulah Allah SWT menunggu kita meminta berdoa untuk mencapai jalan keluar dari masalah itu. jika belum juga diwujudkan, allah menginginkan kita untuk tetap istiqamah berdoa kepada Allah SWT. jadi, menurut saya jika kita dilanda banyak masalah, satu-satunya jalan hanya meminta dan berdoa untuk jalan yang terbaik kepada Allah SWT.

    BalasHapus
  6. Kelas W.R. Supratman B-2.3, Sani Eka Wiranti, 101911133212

    Spiritualitas adalah keyakinan akan adanya kekuatan non – fisik yang lebih besar dari kekuatan kita dan merupakan sumber dari keberadaan kita. Spiritualitas merupakan ekspresi rasa berTuhan dan pada hakikatnya dimiliki oleh seluruh manusia. Meskipun begitu, tidak semua orang memiliki kesadaran spiritual. Salah satunya adalah manusia yang mengingkari keberadaan Tuhan. Kebanyakan dari mereka lebih percaya terhadap sesuatu yang berlogika dan nyata wujudnya. Mereka berpikir bahwa selama mereka berbuat baik maka itulah artinya hidup dan mereka hanya bisa mempercayai apa yang mereka lihat.

    Kebahagiaan yang didambakan setiap orang adalah berbeda. Ada kebahagian duniawi dan juga akhirat. Kebahagiaan ini bisa didapat apabila kita mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan dan senantiasa menata hati agar tetap sehat (dengan cara beriman kepada Allah, tidak lupa untuk mengingat Allah, dan lainnya).

    Untuk suatu fenomena yang menampilkan bahwa seseorang merasa selalu diliputi masalah saya berpendapat bahwa sesungguhnya mereka memiliki kebahagiaan dimana kebahagiaan tersebut tidak mereka rasakan kehadirannya karena pikiran mereka tertutup oleh adanya pikiran bahwa mereka telah diliputi masalah. Sesungguhnya apabila kita membuka hati dan pikiran kita maka kita akan paham bahwa sesungguhnya masalah tersebut apabila diselesaikan dengan ikhlas tidak akan membebani kita. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan kita suatu ujian (masalah) yang tidak dapat kita hadapi. Kita harus meyakini bahwa sesungguhnya kebahagiaan akan muncul setelah kesulitan. Dan juga kita harus percaya bahwa Allah menunjukkan rasa sayang kepada umatnya dengan salah satu cara yaitu dengan memberi ujian (masalah).

    BalasHapus
  7. Kelas : B-2.3 Wr. Supratman
    Nama : Rafi' Abiyyu Mukti
    NIM : 101911133205

    Assalamualaikum wr. wb.

    menurut saya sebenarnya orang yang masih mengingkari kebenaran adanya tuhan merupakan orang yang masih dalam masa pencarian untuk menemukan bukti yang real bahwa memang tuhan itu ada dan juga tuhan mana yang harus mereka sembah. sehingga kita jangan terlalu menghakimi orang orang yang belum mempercayai adanya tuhan karena memang itu tugas kita untuk menuntun mereka kejalan yang benar, bisa dibilang mereka sudah sampai tahap "la ilaa" yang artinya tiada tuhan, sehingga kita tinggal menuntun mereka pada kalimat "la ilaa ha illallah". kebahagian pada diri sesorang dapat dicapai apabila ia dapat mendekatkan diri kepada allah SWT. karena hakekatnya kebahagiaan yang kita terima merupakan hadiah dari Allah SWT. tentu tidak semua kebahagiaan berupa harta yang banyak dan melimpah , tapi juga bisa Allah berikan dengan adanya masalah masalah yang kita hadapi. karena sejatinya, semua cobaan itu akan manis pada waktu yang tepat, baik di dunia maupun diakhirat.

    terimakasih lebih kurangnya mohon maaf
    Wassalamualaikum wr. wb.

    BalasHapus
  8. Kelas : B-2.3 Wr. Supratman
    Nama : Zhafirra Ayu Np
    NIM : 101911133203
    Assalamualaikum wr. wb.
    Setiap manusia menghendaki kehidupan yang bahagia. Tidak ada satupun manusia yang ingin hidup susah, gelisah, dan tidak merasakan ketentraman. Akan tetapi setiap manusia memiliki prinsip dan cara pandang yang berbeda dalam mengukur kebahagiaan. Kebahagiaan hanya dapat diperoleh dengan meniti jalan yang digariskan oleh Allah. Yang dimaksud dengan meniti jalan Allah adalah menaati perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya dengan ikhlas dan benar.Sehingga sudah dapat dipastikan bahwa orang yang meninggalkan jalan yang digariskan oleh Allah akan, tidak tenang dan tidak bahagia. Karena ia akan mencari jalan dan sumber kebahagiaan pada jalan yang dibuat dan digariskan oleh selain Allah dan Rasul-Nya. Iman dapat menghindarkan dan memalingkan seseorang dari ketergelinciran ke dalam dosa yang merupakan sebab ketidak tenangan dan kegersangan jiwa. Oleh karena itu orang yang tanpa iman di hatinya dipastikan akan selalu dirundung rasa takut, was-was, kahwatir, gelisah, galau. Adapun bagi orang beriman. Adapun bagi orang beriman tidak ada rasa takut sama sekali, selain takut kpda Allah Ta’ala. Hati yang dipenuhi iman memandang remeh setiap kesuliatn yang menghimpit, kerana orang beriman selalu menyikapi segala persoalan dengan tawakkal kepada Allah. sedangkan hati yang kosong, tanpa iman tak ubahnya selembar daun rontok dari dahannya yang diombang-ambingkan oleh angin.Singkatnya, dengan iman seorang hamba dapat meraih kebahagiaan hakiki di dunia dan di akhirat. Jadi, Islam telah datang dengan konsep dan jalan kebahagiaan yang abadi, yang mencakup kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Meskipun demikian Allah telah menjadikan kebahagiaan dunia dan akhirat sebagai dua sisi yang saling terkait dan terpisah. Sehingga keduanya tidak perlu dipertentangkan. Sebab keduanya adalah satu. Keduanya adalah jalan yang satu. Allah mengingatkan bahwa siapa yang menghendaki balasan dunia, maka Allah memeiliki balasan di dunia dan akhirat
    Sekian, terimakasih
    Wassalamualaikum wr. wb.

    BalasHapus