Selamat Datang

Alhamdulillah, blog ini masih dapat dimanfaatkan untuk melengkapi kekurangan fasilitas website http://syaifuddin-mr.com/
Blog ini digunakan untuk memperpanjang pertemuan kuliah yang dibatasi tempat dan waktu. Semoga bermanfaat.

Syaifuddin

11 Maret 2020

Hubungan Psikologi dengan Filsafat, IPA, dan Biologi (Kelompok 5)

Dosen, Syaifuddin, Kelas B dan C, 196911291994031003.

Pada kuliah "kelompok 5 ini" kita akan membahas Hubungan psikologi dengan Filsafat, IPA, dan Biologi. Beberapa bahasan meliputi: hubungan psikologi dengan filsafat; hubungan psikologi dengan ilmu pengetahuan alam; dan hubungan psikologi dengan biologi.
Pada diskusi kali inipun diharapkan saudara/i berdiskusi secara online tentang topik di atas tanpa harus terlalu memposisikan diri sebagai pemakalah atas peserta diskusi. Harapan saya bagi pemakalah hendaknya memantau diskusi dan/atau komentar dalam topik ini.
Diharapkan saudara saling berbagi tentang topik di atas. Makalah dapat di share oleh pemakalah di grup WA, karena forum ini hanya sebagai kepanjangan pertemuan dengan tidak terikat oleh tempat dan waktu. Sebelum menyampaikan pendapat saudara/i dapat mencantumkan identitas seperti yang saya contohkan di atas dengan format "Pemakalah/Peserta, Nama, Kelas, Nim".

Selamat berdiskusi !

49 komentar:

  1. HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU BIOLOGI,
    FILSAFAT DAN IPA
    Disusun oleh :
    Mahmud Karim Fuady (D01218029)
    Laily Rosyidah (D01219028)
    Mas Diajeng Fatimah N. S. (D91219122)

    BalasHapus
  2. A. Pengertian Biologi
    Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata bios dan logos.
    Bios berarti hidup dan logos berarti ilmu atau belajar tentang sesuatu”.
    Jadi biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sesuatu yang hidup
    serta masalah-masalah yang menyangkut hidupnya.
    Biologi adalah suatu disiplin ilmu sebagai bagian dari ilmu
    pengetahuan alam (IPA), yakni kajian tentang materi dan energi yang
    berhubungan dengan makhluk hidup serta prosesproses kehidupannya.
    Biologi mengkaji semua makhluk hidup, tidak hanya tumbuhan
    dan hewan yang hidup di muka bumi ini, akan tetapi tumbuhan dan hewan
    yang hidup di masa lampau bahkan di tempat-tempat lain jika mungkin
    ada kehidupan.1
    B. Hubungan Biologi Dengan Psikologi
    Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan,
    yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama
    dengan psikologi, hanya saja objek formalnya berbeda. Objek formal
    biologi adalah kehidupan jasmaniah (fisik), sedangkan objek formal
    psikologi adalah kegiatan atau tingkah laku manusia.
    Meskipun Psikologi meninjau sudut yang berlainan, namun pada
    segi tertentu terdapat titik pertemuan yaitu adanya hal hal yang sama
    dipelajari dan diperbincangkan alam kedua hal , seperti contoh dalam hal
    keturunan.
    Menurut biologi, keturunan adalah hal hal yang berhubungan
    dengan aspek aspek yang turun temurun dari suatu generasi ke generasi
    lain. Soal keturunan juga dipelajari dalam psikologi antara lain misalnya,
    sifat, intelegensi, dan bakat.

    BalasHapus
  3. Pengertian Filsafat
    Pengertian filsafat, Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa
    Yunani yaitu kata Philein atau Philos dan Sophia. Kata philein atau philos
    yang berarti cinta (love), dalam makna luasnya filsafat berupa hasrat ingin
    tahu seseorang terhadap kebijaksanaan, ilmu pengetahuan atau kebenaran.
    Sedangkan kata Sophia bermakna kebijaksanaan (wisdom). Sehingga
    secara sederhana, filsafat adalah mencintai kebijksanaan (the love of
    wisdom). Filsafat juga dapat diartikan sebagai studi tentang seluruh
    fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan
    dalam konsep mendasar.
    D. Hubungan Filsafat Dengan Psikologi
    Manusia sebagai makhluk hidup merupakan objek dari filsafat
    antara lain, membicarakan soal hakikat kodrat manusia, tujuan hidup
    manusia dan sebagainya. Sebaliknya filsafat pun memerlukan data dari
    ilmu. Jika ahli filsafat manusia hendak menyelidiki manusia itu , serta
    hendak menentukan apakah manusia itu, ia memang harus mengetahui
    gejala tindakan manusia. dalam hal ini ilmu yang bernama psikologi akan
    menolong filsafat sebaik-baiknya dengan hasil penyelidikannya.
    kesimpulan filsafat tentang kemanusiaan sangat pincang dan mungkin jauh
    dari kebenaran , jika tidak menghiraukan hasil psikologi.
    Pada zaman yunani kuno, terkenal dua orang tokoh filosof, yaitu plato
    dan Aristoteles, yang keduanya banyak menyelidiki hidup kejiwaan
    manusia serta alam ini. Plato terpengaruh dengan aliran berfikirnya yang idealisme, sedangkan Aristoteles terkenal dengan realismenya. Meskipun
    berbeda, dalam masalah kejiwaan keduanya tidak jauh berbeda.
    1. Psikologi Plato (427-347)
    Plato dilahirkan pada tanggal 29 Mei 429 SM di Athena. Ia
    terlahir di kalangan terhormat, Ayahnya , Ariston disebut-sebut
    sebagai titisan dari dewa Poseidon. Plato adalah murid Socrates (469-
    399 SM), Seorang ahli filsafat yunani.
    Menurut Plato , jiwa manusia itu mempunyai tiga kekuatan
    yaitu:
    a. Pikiran (Logisticon) yang bertempat di dalam otak atau kepala.
    b. Kehendak ( Thumecticon) yang bertempat di dalam darah.
    c. Nafsu atau keinginan (Andomen) yang bertempat di dalam perut.
    Pikiran manusia ini terkait oleh alam ide (alam kejiwaan),
    sedangkan kehendak dan nafsu terkait oleh kehidupan jasmani yang
    sifatnya tidak abadi.
    2. Psikologi Aristoteles
    Aristoteles adalah murid Plato.Filosof yunani yang di lahirkan
    di Stagirus (Stagira). Chelecidice, sebelah barat laut Aegenito , adalah
    putra dari Nichomacus, tabib pribadi istana raja di Macedonia, juga
    sebagai anggota serikat kerja medic. Sumbangannya terhadap
    psikologi lebih besar dari plato. Ia pertama kali menulis ajarannya
    tentang psikologi filsafat yang berjudul Dee Anima: yang merupakan
    buku pertama di Eropa yang di dalamnya menjelaskan tentang hakikat
    jiwa. Menurutnya, psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
    membicarakan tentang gejala-gejala kehidupan. Dalam De Anima,
    Aristoteles mengemukakan beberapa macam tingkah laku manusia
    dan adanya perbedaan tingkat tingkah laku pada organisme-organisme
    yang berbeda-beda. Tingkah laku pada organisme Menurut aristoteles,
    memperlihatkan tingkatan-tingkatan, sebagai berikut:

    BalasHapus
  4. mas diajeng fatimahRabu, 22 April, 2020

    a. Tumbuhan: memperlihatkan tingkah laku taraf vegetatif
    (bernafas, makan, tumbuh).
    b. Hewan: selain tingkah laku vegetatif, juga bertingkah laku sensitif
    (merasakan melalui pancaindra). Jadi, hewan berbeda dari
    tumbuhan karena hewan mempunyai faktor perasaan sedangkan
    tumbuhan tidak. Persamaannya adalah pada tumbuhan maupun
    hewan terdapat tingkah laku vegetatif, misalnya dalam hal
    peredaran makanan.
    c. Manusia: manusia bertingkah laku vegetatif, sensitif, dan rasional.
    Manusia berbeda dari organisme-organisme yang lain , karena
    dalam tingkah laku , manusia menggunakanmrasionalnya, yaitu
    akal atau pikirannya

    BalasHapus
  5. mas diajeng fatimahRabu, 22 April, 2020

    E. Pengertian IPA
    Ilmu alam atau ilmu pengetahuan alam (bahasa Inggris: natural
    science) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu di
    mana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang
    pasti dan umum, berlaku kapan pun dan di mana pun.
    F. Hubungan IPA(Ilmu Pengetahuan Alam) Dengan Psikologi
    Pada permulaan abad ke-19, psikologi dalam penelitiannya banyak
    terpengaruh oleh ilmu alam. Psikologi disusun berdasarkan hasil
    eksperimen, sehingga lahirlah, antara lain, Gustav Fechner, Johnnes
    Muller, Watson, dan lain-lain (Effendi & Praja, 1993: 8-9). Namun
    kemudian, psikologi menyadari bahwa dan selalu berkembang; sedangkan
    objek ilmu alam adalah benda mati. Oleh sebab itu, metode ilmu alam
    yang dicoba diharapkan dalam psikologi, dianggap kurang tepat. Karena
    itu, psikologi mencari metode lain yang sesuai dengan sifat keilmuannya
    sendiri, yaitu antara lain metode “fenomenologi”, suatu metode penelitian
    yang menitikberatkan gejala hidup kejiwaan.

    BalasHapus
  6. mas diajeng fatimahRabu, 22 April, 2020

    Pada dasarnya, psikologi, secara prinsipil dan secara metodik,
    sangat berbeda dengan ilmu pengetahuan alam. Sebabnya, antara lain,
    pada ilmu pengetahuan alam, orang meneliti objeknya secara murni
    ilmiah, dengan menggunakan hokum-hukum dan gelaja-gejala
    penampakan yang bisa diamati dengan cermat.
    Pada peristiwa-peristiwa ilmu alam, terdapat unsur-unsur
    kemantapan, konstansi dan konsistensi, yaitu semua gejalanya bisa
    berlangsung secara berulang-ulang dan bisa tetap sama. Dengan cirri-ciri
    inilah, orang bisa mengamati dan memperhitungkan dengan cermat, dan
    membuat hokum-hukum alam. Lebih-lebih dengan bantuan pengertian
    logis serta perhitungan ilmu pasti, orang mencoba memahami sifat dan
    hakikat objek pnelitiannya.
    Sebaliknya, psikologi berusaha mempelajari diri manusia, tidak
    sebagai “objek” murni, tetapi dalam bentuk kemanusiaannya, mempelajari
    manusia sebagai subjek yang aktif dan mempunyai sifat-sifat tertentu
    subjek yang aktif itu diartikan sebagai pelaku yang dinamis, dengan segala
    macama aktivitas dan pengalamannya. Dengan demikian, untuk melihat
    “partisipasi social”-nya, lalu berusaha menjadikan pengalaman orang lain
    sebagai pengalaman dan pemiliknya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Wahyu Nur Wahid (D71219087) dari kelas C. Mohon izin bertanya kepada pemateri nggeh. Mohon dijelaskan seberapa pentingnya hubungan antara Filsafat dan Psikologi ini jika dikaitkan dengan perkembangan etika? Karena saya pernah membaca sebuah artikel dijelaskan disitu bahwa etika merupakan salah satu cabang dari filsafat yang memiliki peran dalam perkembangan ilmu psikologi

      Mohon maaf jika terdapat salah kata. Matur Nuwun :)

      Hapus
  7. Peserta, Zulham Alimuddin, B, D91219160

    Mohon izin bertanya. Pada hubungan antara psikologi dengan biologi apakah muncul disiplin ilmu baru pada cabang ilmu psikologi? Seperti halnya kita ketahui bahwa pada hubungan psikologi dengan pendidikan menghasilkan psikologi pendidikan begitu juga dengan hubungan psikologi dan agama yang kemudian melahirkan cabang ilmu psikologi berupa psikologi agama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laily RosyidahRabu, 22 April, 2020

      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Zulham Alimuddin Nah biologinya ini misalnya mempelajari tentang makhluk hidup berarti objek dari ilmu sebagai makhluk yang dinamis, karena psikologi kan berobjekan makhluk hidup yaitu makhluk yang akan berkembang dan dapat berubah sesaat. Jadi tidak ada ilmu yg lahir diantara hubungan tersebut karena Dipandang sekilas, biologi dan psikologi sama-sama mempelajari mengenai manusia. Terdapat perbedaan, kalau biologi mempelajari struktur tubuh makhluk hidup dan lingkungan, dengan kata lain manusia juga termasuk objek kajian. Sedangkan psikologi mempelajari kejiwaan, kegiatan maupun tingkah laku manusia.

      Hapus
  8. Ravita Insani, B, D91219147

    Mohon izin bertanya, pertanyaan saya hampir sama dengan mas zulham. Namun yang saya tanyakan mengenai hubungan antara psikologi dengan filsafat, apakah itu juga muncul disiplin ilmu baru pada cabang ilmu psikologi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Psikologi mempunyai sejarah di bawah kendali filsafat yakni di mulai dari psikologi pada jaman kuno, semasa zaman yunani kuno dan romawi kunosehingga di kenal dengan psikologi filosofis yang membahas tentang hakikat jiwa, misalnya filsuf berpengaruh yakni Plato, menganggap bahwa jiwa itu berasal dari dunia idea. jadi saya rasa tidak ada cabang ilmu psikologi yang membahas filsafat karena psikologi sebenarnya adalah turunan dari ilmu filsafat

      Hapus
  9. Peserta, Lailatul Lutfiyah, B, D91219118

    Mohon izin bertanya, di makalah dijelaskan bahwa pembahasan yang dibahas di ilmu biologi dan juga ilmu psikologi adalah soal keturunan misalnya, sifat, intelegensi, dan bakat. sifat, intelegensi, dan bakat itu diturunkan dari kedua orang tuanya. Namun saya sering menemukan, ada seorang anak yang tidak terlalu pintar atau bahkan tidak pintar sampai pernah tidak naik kelas, padahal ayah dan ibunya adalah seorang guru.
    Bagaimana pendapat pemakalah mengenai hal ini, tolong dijelaskan dari sisi ilmu biologi dan ilmu psikologi. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut psikolog kepribadian di Berlin's Humboldt University, Eva Asselmann, pengaruh luar itu sangat penting tidak hanya pada tahun-tahun pertama setelah anak lahir. bisa jadi intelegensi, sifat dan bakat orang tua tetap menurun kepada anak. tapi dilihat dulu bagaimana lingkungan, model didikan orang tua dan pergaulan juga menjadi aspek utama bagaimana intelegensi, sifat dan bakat seorang anak. anak bisa jadi menurun dari orang tua tetapi lingkungan tidak mengasah sehingga inetelegensi anak berbeda dari orang tua yang lingkungannya mengasah integelensinya. dalam ilmu biologi, ada pula yang merupakan pembawaan dari orang itu masing-masing. bisa jadi otak anak tidak secerdas orang tuanya sebab ketika hamil kekurangan gizi pembentukan otak atau pengaruh-pengaruh lain yang dapat membuat anak berbeda dari orang tua

      Hapus
  10. Saya Wede Amelsadewi Adelia D71219077. Mohon izin bertanya,

    Apa peran hub. Psikologi dg biologi, lalu apa bedanya hub. Psikologi dg biologi dan hub. Psikologi dg ipa?.

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laily RosyidahRabu, 22 April, 2020

      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Wede Amelsadewi Adelia menurut saya peranan hubungan psikologi dengan biologi adalah mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan yang dapat dilihat dari objek materialnya. Kemudian perbedaanya menurut biologi, keturunan adalah hal hal yang berhubungan dengan aspek aspek yang turun temurun dari suatu generasi ke generasi lain dalam psikologi antara lain misalnya, sifat, intelegensi, dan bakat. Sedangkan menurut ipa, psikologi yang berhubungan dengan ipa yaitu mencari metode lain yang sesuai dengan sifat keilmuannya sendiri seperti metode “fenomenologi”, suatu metode penelitian yang menitikberatkan gejala hidup kejiwaan.

      Hapus
  11. Saya Ariska Maghfiroh D01219014 izin mau bertanya, jelaskan hubungan psikolog dengan filsafat secara khusus!
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laily RosyidahRabu, 22 April, 2020

      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Ariska Maghfiroh menurut saya hubungan psikologi dengan filsafat yaitu memiliki objek yang sama adalah manusia sebagai makhluk hidup. Dalam psikologi yg di pelajari dari manusia adalah mengenai jiwa atau mental tetapi tidak di pelajari secara langsung karena bersifat abstrak dan membatasi yakni berupa tingkah laku dan proses kegiatanya, sedangkan filsafat yang di pelajari mengenai hakikat manusia dan kodrat manusia serta tujuan hidup manusia, filsafat juga memberikan kerangka berpikir yang sistematis, logis dan rasional bagi para pesikologi sehingga psikologi dan ilmu filsafat ada hubungan yang timbal balik dan saling melengkapai antara keduanya

      Hapus
  12. Saya Nurul inayati D71219079 izin bertanya..
    Apakah biologi juga bisa masuk masuk pada IPA..?? lalu kalau benar mengapa ada IPA sendiri ada biologi sendiri dalam hubungan psikologi knpa tidak jadi satu saja..??
    Trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laily RosyidahRabu, 22 April, 2020

      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Nurul Inayati menurut saya biologi itu masuk dalam ipa karena biologi adalah suatu disiplin ilmu sebagai bagian dari ilmu pengetahuan alam (IPA). Akan tetapi ada perbedaan antara biologi dan ipa, biologi itu membahas struktur anatomi manusia dan permasalahnnya, sedangkan ipa membahas ilmu alam yang obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dan di mana pun.

      Hapus
  13. Saya Azril Ramadhan D91219103 izin bertanya, jika psikologi berhubungan dengan IPA, bagaimana metode yang berbasis IPA digunakan dalam psikologi seperti dalam mengobati kejiwaan seseorang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita ambil contoh paling sederhana. orang yang stres cenderung disarankan untuk berlibur ke desa atau melihat hijaunya alam atau dengan mendengarkan audio berisi suara paduan antara air dan hewan-hewan berderik yang ampuh dalam penyembuhan kejiwaan seseorang

      Hapus
  14. Pemateri, mas Diajeng Fatimah.

    Kami rasa cukup pertanyaan yang telah disampaikan. Diucapkan terimakasih kepada audiens yang telah berpartisipasi atas lancarnya presentasi kelompok kami. Jika ada audiens yang ingin aktif, silahkan menambahi jawaban kami.. wassalamu'alaikum wr.wb

    BalasHapus
  15. Saya Mohammad Farid Alfarisi / D91219129 / C, Mohon izin bertanya...

    Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu kata Philein atau Philos dan Sophia yang berarti cinta (love). Pertanyaannya bagaimana cara ilmu psikologi menjelaskan tentang apa itu rasa cinta? Serta apa kaitannya cinta dengan psikologi?

    BalasHapus
  16. Ahmad Ja'far Shodiq / D91219092Rabu, 22 April, 2020

    PESERTA - AHMAD JA'FAR SHODIQ (D91219092) Dari Kelas C
    Mohon izin bertanya, Bagaimanakah hubungan psikologi dengan golongan darah? Dan juga apakah dapat dijadikan pedoman dalam mempelajari psikologi seseorang terutama peserta didik kelak? Serta dampak apakah yang ditimbulkan dari hal ini?

    BalasHapus
  17. MAZIDAH ADELITA SHOFIYANA (D91219123)
    KELAS C
    MOHON IZIN BERTANYA...
    Apakah ada unsur kesamaan dalam pandangan psikologi terhadap ipa denga psikologi terhadap biologi ?

    BalasHapus
  18. PENGANTAR PSIKOLOGI KELAS C
    HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN FILSAFAT, IPA, DAN BIOLOGI
    PEMATERI :
    1. VINATUS S (D71219089)
    2. MAZIDAH ADELITA S (D91219123)
    3. RACHMAD H (D91219145)

    HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN FILSAFAT
    A. Pengantar
    Pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat, kemudian memisahkan diri menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Tetapi, tetaplah mengkaji ilmu psikologi menggunakan kaidah-kaidah berfilsafat. Kedua ilmu ini memiliki kesamaan objek yaitu manusia sebagai makhluk hidup.
    B. Perbedaan Kajian
    Dalam Psikologi : pembahasan didalamnya mengenai jiwa atau mental manusia berikut dengan tingkah laku dan proses kegiatan hidup.
    Dalam Filsafat : pembahasan didalamnya mengenai hakikat daripada manusia itu sendiri, tentang kodrat dan tujuan hidup manusia.
    C. Hubungan
    Darisinilah, dapat disimpulkan bahwa kedua ilmu tersebut memiliki suatu hubungan timbal balik yaitu saling melengkapi antara keduanya. Dengan analogi bahwa Ilmu Filsafat mempelajari manusia dan sangat tidak mungkin untuk lepas dari penelitian psikologi. Dengan kata lain, Filsafat akan selalu bertanya tentang jawaban dan Psikologi akan membantu menjawab dari permasalahn yg ada sehingga dengan berfilsafat psikologi juga akan mendapat solusi dari masalah yg dihadapi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peserta, Anggi NP. (D91219100), Kelas C
      Pada penjelasan disebutkan "Tetapi, tetaplah mengkaji ilmu psikologi menggunakan kaidah-kaidah berfilsafat."

      Pertanyaan saya, apa saja kaidah-kaidah berfilsafat yang digunakan dalam mengkaji ilmu psikologi? Apakah kaidah-kaidah itu hanya diterapkan ketika mengkaji ilmu psikologi saja atau bisa bersifat general dan bisa digunakan untuk cabang ilmu lainnya ? Kalau bisa, bisakah diberi contoh penerapan bagaimana kaidah berfilsafat digunakan untuk mengkaji ilmu selain ilmu psikologi ?

      Terimakasih. Afwan.

      Hapus
    2. Pemateri, Rachmad H, Kelas C, D91219145
      Saya mencoba menjawab pertanyaan tsb,
      Setau saya, kaidah berfilsafat dalam mengkaji psikologi yg paling dasar adalah pembagian dari komponen yg slalu melekat pada kajian filsafat yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Jadi untuk mengkaji psikologi atau mental/jiwa/karakter/pribadi dimulai dari hakikat mengerti sejatinya manusia dilanjutkan dengan epistemologi, dari epistemologi kita dapat menjalar ke dalam berbagai ilmu karena epistemologi ada penjabaran ilmu pengetahuan.
      Kaidah filsafat merupakan kaidah berpikir. Jadi, kaidah tersebut acap digunakan untuk menelisik sebuah masalah, jadi kaidah ini digunakan dalam berbagai aspek ilmu pengetahuan.
      Contoh penggunaan kaidah ini adalah dimulai dari "Kita dituntut untuk bersikap sabar", kemudian lanjut ke pertanyaan epistemologi "mengapa/bagaimana kita dituntut..." Darisini dilahirkan sebuah ilmu pengetahuan logika dan estetika yg beretika, sehingga dari pola berpikir dan kaidah berpikir ini dapat emmiliki kekuatan spiritual, kecerdasan, kepribadian, keterampilan, dan akhlak mulia. Wallahua'lam

      Hapus
    3. Dengan "rumus" :
      Jika X (Pengetahuan Ilmiah)
      Maka Y (Pengetahuan Filsafat)
      Jadi Z (Nilai)
      Misal :
      Jika Kita dituntut untuk bersikap sabar
      Maka mengapa dan bagaimana kita dituntut untuk bersikap sabar
      Jadi penuntutan sikap sabar akan menghasilkan...dst...

      Hapus
    4. Itu contoh simple dri kaidah pola berpikir, afwan☺️🙏

      Hapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. PEMATERI :
    1. VINATUS S (D71219089)
    2. MAZIDAH ADELITA S (D91219123)
    3. RACHMAD H (D91219145)
    HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN IPA
    A. Pengantar
    Dalam studi lapangan, IPA berobyekkan pada benda-benda mati. Sedangkan Psikologi berobyekan pada manusia hidup, sebagai makhluk yang dinamik, berkebudayaan, tumbuh, berkembang dan dapat berubah setiap saat.
    Sebagaimana diungkapkan diatas bahwa psikologi menyelidiki dan mempelajari manusia sebagai makhluk dinamis yang bersifat kompleks, maka psikologi harus bekerja sama dengan ilmu-ilmu lain. Tapi sebaliknya, setiap cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan manusia akan kurang sempurna apabila tidak mengambil pelajaran dari psikologi. Dengan demikian akan terjadi hubungan timbal balik.
    Ilmu kejiwaan yang biasa dikenal Psikologi, memiliki keterkaitan dengan ilmu alamiah dasar, atau bisa disebut juga dengan ilmu pengetahuan alam. Ilmu pengetahuan alam sendiri adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada rumpun ilmu dimana objeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun, dimana pun. Benda-benda alam yang dimaksud yaitu mulai dari yang terkecil; sel-sel mahluk hidup yang kasat mata, makhluk hidup itu sendiri, cara kerja alam, hingga seluruh alam semesta tempat tinggal mahluk hidup di muka bumi.
    Jiwa yang dimiliki setiap mahluk hidup yang bernyawa, tentunya juga dipengaruhi oleh alam sekitar mereka. Maka ilmu alamiah dasar sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis mahluk hidup.
    B. Pembagian IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia)
    (1) Biologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologis, hanya saja objek formalnya berbeda.
    Objek formal biologi : kehidupan jasmaniah (fisik)
    Objek formal psikologi : kegiatan atau tingkah laku manusia.
    (2) Fisika adalah ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi.
    (3) Kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
    Pada permulaan abad ke-19, psikologi dalam penelitiannya banyak terpengaruh oleh ilmu alam. Psikologi disusun berdasarkan hasil eksperimen, sehingga lahirlah, antara lain, Gustav Fechner, Johnnes Muller, Watson, dan lain-lain (Effendi & Praja, 1993: 8-9). Namun kemudian, psikologi menyadari bahwa selalu berkembang; sedangkan objek ilmu alam adalah benda mati. Oleh sebab itu, metode ilmu alam yang dicoba diharapkan dalam psikologi, dianggap kurang tepat. Karena itu, psikologi mencari metode lain yang sesuai dengan sifat keilmuannya sendiri, yaitu antara lain metode “fenomenologi”, suatu metode penelitian yang menitikberatkan gejala hidup kejiwaan.
    C. Perbedaan Psikologi dan IPA
    IPA : Meneliti dengan objek secara murni ilmiah; Dengan menggunakan hukum - hukum dan gelaja-gejala penampakan yang bisa diamati dengan cermat; Pada peristiwa - peristiwa ilmu alam, terdapat unsur - unsur kemantapan, konstansi dan konsistensi, yaitu semua gejalanya bisa berlangsung secara berulang-ulang dan bisa tetap sama. i sifat dan hakikat objek pnelitiannya.
    Psikologi : Mempelajari diri manusia tidak sebagai “objek” murni, tetapi dalam bentuk kemanusiaannya, mempelajari manusia sebagai subjek yang aktif dan mempunyai sifat-sifat tertentu subjek yang aktif itu diartikan sebagai pelaku yang dinamis, dengan segala macama aktivitas dan pengalamannya.

    BalasHapus
  22. PEMATERI :
    1. VINATUS S (D71219089)
    2. MAZIDAH ADELITA S (D91219123)
    3. RACHMAD H (D91219145)
    HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN BIOLOGI
    A. Pengantar
    Biologi maupun psikologi sama-sama membicarakan manusia. Sekalipun masing-masing ilmu tersebut meninjau dari sudut yang berlainan, namun pada segi-segi yang tertentu kadang-kadang kedua ilmu itu ada titik-titik pertemuan. Biologi, khususnya antropobiologi tidak mempelajari tentang proses-proses kejiwaan, dan inilah yang dipelajari oleh psikologi. Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologi, hanya saja objek formalnya berbeda.
    Objek formal biologi : kehidupan jasmaniah (fisik),
    Objek formal psikologi : kegiatan atau tingkah laku manusia.
    B. Hubungan Timbal Balik antara Psikologi dan Biologi
    Hubungan timbal balik antara psikologi dengan biologi misalnya tentang keturunan, manusia yang dipelajari genetika dan embriologi termasuk kedalam ilmu biologi maupun psikologi. Dari segi ilmu biologi keturunan ditinjau dari hal-hal yang berhubungan dengan aspek-aspek kehidupan yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi lain, mengenai hal ini misalnya yang terkenal adalah hukum mendel.
    Soal keturunan juga dipelajari oleh psikologi antara lain misalnya sifat, intelegensi dan bakat karena itu kurang sempurna kalau kita mempelajari Psikologi tanpa mempelajari Biologi karena ilmu terasebut membantu dalam mempelajari psikologi.

    Sekian presentasi dari kami...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Wahyu Nur Wahid (D71219087) dari kelas C. Mohon izin bertanya kepada pemateri nggeh. Mohon dijelaskan, Seberapa pengaruh pentingnya antara Filsafat dan Psikologi ini jika dikaitkan dengan Eksistensialisme?. dan contoh bentuk pengaruhnya itu seperti yang bagaimana?. Karena saya pernah membaca sebuah artikel, disitu tertulis jika Eksistensialisme merupakan salah satu cabang dari filsafat yang berpengaruh dalam psikologi

      Mohon maaf jika terdapat salah kata. Matur Nuwun :)

      Hapus
  23. Zuhrotun Faizah Achmad D91219159
    Mau bertanya, saya pernah menjumpai di sosial media, ada pembahasan ttg pola bentuk tangan yang berefek pada kebiasaan manusia itu, apakah itu salah satu bentuk hub. Antara psikologi dan ipa? Berikan penjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemateri
      MAZIDAH ADELITA SHOFIYANA (D91219123)
      Izinkan saya menjawab pertanyaan dr saudari zuhrotun.
      Dalam kasus pembahasan kepribadian dari bentuk telapak tangan, menurut saya lebih khusus dibahas pada hubungan psikologi dengan antropologi
      Karena Pendekatan psikologi dalam antropologi adalah dengan menghubungkan psikologi dengan kepribadian, kebiasaan seseorang.
      Hubungan psikologi dengan ilmu alam mempelajari ilmu pasti alam secara umum seperti sel, alam, kehidupan jasmaniah (fisik).

      Hapus
    2. Pemateri, Rachmad H, Kelas C, D91219145
      Saya mencoba menjawab pertanyaan tsb,
      Apakah pembahasan pola bentuk tangan yg berfek pada kebiasaan manusia itu bentuk hub. antara Psikologi dan IPA?
      Setau saya tidak, saya setuju dengan pendapat mbak Mazidah Adelita, karena dari yg saya tau untuk pembahasan Psikologi dengan kebiasaan individu dapat dikaitkan dengan ilmu Biologi yg memelajari genetika/DNA (misal hukum mendel dll) yang merupakan warisan sifat, atau bakat, minat dan kemampuan seorang manusia.
      Untuk pembahasan pola bentuk tangan pada kebiasaan itu biasa disebut dengan Palmistry. Palmistry ini sendiri dikaitkan dengan berkembangnya Psikologi modern, dan setau saya itu merupakan suatu cabang keilmuan yang berkaitan dengan Psikologi, jika dinamakan suatu ilmu maka hal itu dapat dipelajari; memiliki ciri; hasil dari penelitian dan observasi, jadi bukanlah ramalan yg seperti dikatakan oleh banyak orang, karena ilmu Palmistry sudah ada sejak (mungkin) 6 abad yang lalu. Untuk selanjutnya ilmu ini memecah menjadi beberapa bidang kajian, misal (1) Dermatogifli yaitu ilmu yg mengkaji tentang pola alur guratan dlam tangan seperti sidik jari (2) Grafologi yaitu ilmu yang mengkaji tentang tulisan tangan seorang individu yang dikaitkan pada kemungkinan karakter yang dimilikinya. Terimakasih

      Hapus
  24. Farihatul Ismaniyah (D01219021)
    Saya mau bertanya, dimakalah dijelaskan bahwa hasil dari persilangan antara kedua orang tua akan menghasilakan persamaan persamaan sifat, intelegensi dan bakat. apakah kaetiga hal itu sewaktu2 bisa berubah sesuai dengan perkembangan anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemateri
      MAZIDAH ADELITA SHOFIYANA (D91219123)
      Izinkan saya menjawab pertanyaan dr saudari Farihatul.
      Seiring dengan bertambah nya usia, manusia akan mengalami perbuhan dalam hidup nya. Manusia akan menjadi dewesa. Setelah itu manusia sudah dapat menentukan mana yang terbaik untuk diri nya.
      Memang benar bahwa kepribadian (sifat,bakat, intelegensi)
      seseorang itu dapat berubah. Misalnya saja, anak yang pada mulanya malas untuk belajar, dapat dirubah menjadi rajin. Hal ini karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah faktor bawaan dan faktor lingkungan. Faktor bawaan dalah segala sesuatu yang dibawa anak sejak lahir. Sedangkan faktor lingkungan adalah segala sesuatu yang berasal dari luar diri seseorang. Misalnya saja, keadaan masyarakat, kebudayaan, lingkungan pergaulan, dan lain sebagainya. Dengan adanya faktor-faktor tersebut, maka kepribadian seseorang itu dapat berubah. Kepribadian itu mampu menyesuaikan dengan lingkungan.

      Hapus
  25. Sonia Isna Suratin (D71219084)

    Saya ingin bertanya, apakah teori DNA dalam biologi juga dipelajari dalam psikologi? Jika iya tolong jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mencoba menjawab:
      Diatas dijelaskan yang poin B yang mana manusia yang dipelajari genetika nah menurut informasi seputar genetika yang saya ketahui bahwa genetika adalah suatu cabang ilmu yang membahasa tentang pewarisan sifat yang mana DNA sangat berperan penting didalamnya, DNA sendiri merupakan bahan dasar dari genetika untuk bisa mengetahui dan mengontrol sifat sifat manusia. Jadi untuk mempelajari suatu genetika kita juga harus mempelajari DNA yang mana keduanya berhubungan dan dibahas dalam psikologi yang berhubungan dengan ilmu biologi

      Hapus
    2. Apabila jawaban dirasa kurang memuaskan mohon dimaafkan🙏

      Hapus
    3. Pemateri Vinatus sa'diyah (D71219086)
      Mencoba menjawab:
      Diatas dijelaskan yang poin B yang mana manusia yang dipelajari genetika nah menurut informasi seputar genetika yang saya ketahui bahwa genetika adalah suatu cabang ilmu yang membahasa tentang pewarisan sifat yang mana DNA sangat berperan penting didalamnya, DNA sendiri merupakan bahan dasar dari genetika untuk bisa mengetahui dan mengontrol sifat sifat manusia. Jadi untuk mempelajari suatu genetika kita juga harus mempelajari DNA yang mana keduanya berhubungan dan dibahas dalam psikologi yang berhubungan dengan ilmu biologi

      Hapus
    4. Pemateri, Rachmad H, Kelas C, D91219145
      Saya mencoba menjawab pertanyaan tsb,
      Apakah teori DNA juga dipelajari dalam Psikologi? Setau saya iya, dengan penjelasan bahwa pertama, setiap individu memiliki perbedaan genetika yg dibawa sejak lahir dan merupakan hasil turunan daripada orangtua, kedua, perbedaan genetika tersebut berpengaruh pada perkembangan dan proses penyerapan informasi individu tsb.
      Jadi, hubungan keduanya menentukan bagaimana pola tingkah laku dan bertindak seorang individu.
      Dari DNA dan Psikologi dapat dihubungkan saat, misal proses pencarian diri, dari kedua ilmu tsb dapat menentukan riwayat potensi, bakat, dan minat "yang mungkin" terkandung dalam seorang individu; Dengan Psikologi dapat memperkirakan pola tingkah perilaku melalui adanya ilmu genetika/DNA; Bawaan genetika/DNA dapat juga memengaruhi kesehatan jiwa dan mental (tingkat stress, IQ, psikis,dll).
      Kesimpulannya, DNA/Genetika memberikan perbedaan tiap individu sebagai objek kajian Psikologi

      Hapus
  26. Qurrota A'yun Al Fithri (D71219081)
    Kelas C
    Saya mau bertanya seperti apakah contoh kasus psikologi berdasarkan pendekatan biologi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemateri vinatus sa'diyah (D71219086)
      Mencoba menjawab:
      Kita bisa mengambil kasus genetika tentang perbedaan sifat, kita dapat menyelidiki terhadap 2 orang anak kembar dan melakukan penilaian tentang kedua sifat dan karakter anak tersebut.karena kita tahu genetika berperan penting dalam penurunan sifat.

      Apabila jawaban dirasa kurang memuaskan mohon untuk dimaafkan🙏

      Hapus
  27. Akrima Wachidah (D91219093) Kelas C
    Dalam pemaparan dari pemateri dijelaskan bahwa fisika termasuk dalam ranah Ilmu Pengetahuan Alam. yang saya tanyakan adalah, apakah ada psikologi khusus yang menerangkan seputar fisika?. Tolong penjelasannya

    BalasHapus
  28. Saya Vian Nur Syaifulloh D91219155 Kelas C.
    Izin Bertanya.
    Bagaimana pandangan hubungan psikologi dengan biologi dalam al-qur'an, apakah ada ayat yang menggambarkan hal tersebut..?

    BalasHapus