Selamat Datang

Alhamdulillah, blog ini masih dapat dimanfaatkan untuk melengkapi kekurangan fasilitas website http://syaifuddin-mr.com/
Blog ini digunakan untuk memperpanjang pertemuan kuliah yang dibatasi tempat dan waktu. Semoga bermanfaat.

Syaifuddin

01 April 2020

Akuntabilitas Pendidikan (Politik-07)

Dosen, Syaifuddin, 196911291994031003.

Pada kuliah "kelompok 7 ini" kita akan membahas Akuntabilitas Pendidikan. Kali ini kita akan membahas urgensi dan akuntabilitas pendidikan.
Pada diskusi kali inipun diharapkan saudara/i berdiskusi secara online tentang topik di atas tanpa harus terlalu memposisikan diri sebagai pemakalah atas peserta diskusi. Harapan saya bagi pemakalah hendaknya memantau diskusi dan/atau komentar dalam topik ini.
Diharapkan saudara saling berbagi tentang topik di atas. Makalah dapat di share oleh pemakalah di grup WA, karena forum ini hanya sebagai kepanjangan pertemuan dengan tidak terikat oleh tempat dan waktu. Sebelum menyampaikan pendapat saudara/i dapat mencantumkan identitas seperti yang saya contohkan di atas dengan format "Pemakalah/Peserta, Nama, Nim".

Selamat berdiskusi !

25 komentar:

  1. Peserta, Rahmatul Iqbal Utama, D91217128.
    Saya mau bertanya, dari pemaparan makalah saya masih belum faham apa yang dimaksud dari akuntabilitas pendidikan dan bentuk real dari akuntabilitas tersebut itu seperti apa?
    Mungkin bisa dijelaskan dengan sesederhana mungkin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sihhatul HayatRabu, 13 Mei, 2020

      Menurut kami, akunstabilitas pendidikan adalah upaya meningkatkan mutu dan citra sekolah atau pertanggung jawaban suatu lembaga pendidikan terhadap pihak-pikah yang berkepentingan dalam rangka mencapai tujuan dari suatu lembaga pendidikan itu sendiri. Contoh nyatanya adalah, ketika guru hendak mengajarkan salah satu mata pelajaran, misalnya saja Pendidikan Agama Islam. Otomatis guru tersebut harus mempersiapkan bahan-bahan ajar. Misalnya RPP, Silabus dan lain-lain.

      Hapus
  2. Sihhatul HayatRabu, 13 Mei, 2020

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan saya Sihhatul Hayat (D91217070) perwakilan kelompok 7. Sebelum membuka presentasi pada malam hari ini, saya akan memperkenalkan nama-nama dari kelompok 7..
    1. Sihhatul Hayat (D91217070),
    2. Alfin Maghfiroh (D91217081),
    3. Izza Umaroh (D91217102).

    Dengan ini, saya persilahkan kepada para audients untuk memberikan pertanyaan atau memberikan pendapat, sanggahan, kritik dan saran selama proses diskusi berlangsung hingga berakhir di hari Jumat.

    BalasHapus
  3. peserta, elva novita al islamiah (D91217092)

    Untuk mengantisipasi meluasnya masalah/penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh guru, murid, lembaga, maupun institusi pendidikan itu sendiri, maka perlu diterapkan peraturan-peraturan khusus dalam penyelenggaraan pendidikan sehari-hari. adakah usaha yg dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas pendidikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sihhatul HayatRabu, 13 Mei, 2020

      Pemakalah, Sihhatul Hayat (D91217070)

      Menjawab...
      Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan akunstabilitas pendidikan disini adalah sebagai calon guru, maka kita harus mempunyai konsep dalam akunstabilitas pendidikan. Mulai dari kinerja guru/pendidikan, sampai pada lembaga pendidikan itu sendiri.
      Dalam melakasanakan konsep pendidikan, disini kita juga harus kerjasama dengan beberapa aspek. Diantaranya adalah, siswa, guru, administrator pendidikan, lembaga pendidikan, tenaga kependidikan, masyarakat (termasuk orang tua siswa dan rakyat) dan pemerintah.

      Hapus
  4. Peserta, Joko samudro Putro penanggungan (D91217103)

    Pertanyaan : bagaimana caranya supaya akuntabilitas pendidikan ini terus dapat dipercaya oleh masyarakat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sihhatul HayatRabu, 13 Mei, 2020

      Pemakalah, Sihhatul Hayat (D91217070)

      Menjawab..
      Upaya agar akunstabilitas pendidikan dapat dipercaya oleh masyarakat adalah, kita harus membuat strategi terlebih dahulu. Dimana strategi disini berperan untuk merencanakan dengan cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus serta strategi untuk membangun kepercayaan masyarakat. Nah sebelum membangun kepercayaan pendidikan dalam masyarakat, ada beberapa strategi. Diantaranya adalah, membangun kejujuran, kualitas pelayanan yang baik, pemimpin yang dipercaya masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, menerapkan strategi bersaing dan pameran pendidikan.

      Hapus
  5. M. Prayogi (D01217021)
    Peserta,
    Pertanyaan, bagaimanakah citra sekolah bisa ditanamkan seperti ituloh sekolah yg baik menurut masyarakat, karna pada dasarnya banyak orang yg menganggap bahwa sekolah yg baik itu sekolah yg mahal,trimakasih jawabanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemakalah, Alfin Maghfiroh, D91217081

      Sekolah yang baik bukan semata mata sekolah yang mahal , namun sekolah yang baik adalah sekolah yang telah mendapatkan kepercayaan masyarakat. Dan untuk menanam kan citra baik kepada masyarakat telah dipaparkan di atas , pada jawaban mas Joko dan Mbk aimatuz

      Hapus
  6. Aimmatuz Sa'adahRabu, 13 Mei, 2020

    Peserta, Aimmatuz Sa'adah, D91217036
    Tujuan dari akuntabilitas pendidikan adalah agar terciptanya kepercayaan public terhadap sekolah. Hal apa yang bisa dilakukan agak public/ masyarakat bisa percaya kepada sebuah lembaga pendidikan tersebut .. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemakalah, Alfin Maghfiroh, D91217081

      Seperti yang sudah disebutkan didalam makalah bahwa Sekolah yang mampu mempertanggungjawabkan kualitas outputnya terhadap publik, mencerminkan sekolah yang memiliki tingkat efektivitas output tinggi. Dan sekolah yang memiliki tingkat efektivitas outputnya tinggi, akan meningkatkan efisiensi eksternal.
      Nah apabila efisiensi eksternal sekolah meningkatkan maka masyarakat banyak yang percaya kepada lembaga/sekolah tersebut
      Terimakasih...

      Hapus
    2. Sihhatul HayatRabu, 13 Mei, 2020

      Pemakalah, Sihhatul Hayat (D91217070)

      Menambahkan..
      Dan bisa juga dilihat pada kolom balasan Joko Samudra Putra Penanggungan. Bahwa, agar masyarakat bisa percaya pada lembaga pendidikan. Harus mempunyai strategi terlebih dahulu.

      Hapus
  7. peserta, fera nur dian sari, D91217094

    dalam makalah di sebutkan Akuntabilitas tidak saja menyangkut proses pembelajaran, tetapi juga menyangkut pengelolaan keuangan, dan kualitas output.

    mohon bertanya pemakalah, bagaimana penjelasan akuntabilitas menyangkut kualitas output? .. trmksh

    BalasHapus
  8. Pemakalah, Izza umaroh(D91217102)
    Akuntabilitas yang menyangkut kualitas output adalah bagaimana sekolah tersebut dapat mempertannggung jawabkan kualitas outputnya terhadap publik.ada tiga dimensi yang terkandung dari akuntabilitas yaitu, moral, hukum dan keuangan. Ketiganya menuntut tanggung jawab dari sekolah untuk mewujudkannya. Maka dari itu untuk mewujudkannya bisa dimulai bagi warga sekolah itu sendiri, misalnya akuntabilitas seorang guru, guru memiliki tanggung jawab bagi siswa maupun orang tua siswa untuk mewujudkan proses pembelajaran yang baik (membuat persiapan, mengajar dengan baik, disiplin, teladan,jujur dan lainnya). Tidak saja guru tetapi juga badan-badan yang terkait dengan pendidikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini adalah penjelasan dari pertanyaan mbak fera

      Hapus
  9. Peserta, Rosiana Nur Fadlilah D91217069

    Saya ingin bertanya dalam makalah dijelaskan bahwa akunstabilitas adalah sebagai kewajiban-kewajiban dari pihak yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya public dan yang bersangkutan dengan kegiatan untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggung jawabannya.

    Pertanyaanya adalah siapakah pihak yang dipercaya untuk mengeloa sumber daya publik dan sebagai rujukan pertanggung jawaban?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemakalah, Izza Umaroh D91217102

      akuntabilitas menyangkut hubungannya ada dua yaitu akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horisontal. akuntabilitas vertikal menyangkut hubungan antara pengelola sekolah dan masyarakat, sekolah dan orang tua siswa, sekolah dan instansi diatasnya(Dinas Pendidikan). sedangkan akuntabilitas horisontal menyangkut hubungan antara sesama warga sekolah, antara kepala sekolah dengan komite, dan antara kepala sekolah dengan guru.
      komponen pertama yang harus melaksanakan akuntabilitas adalah seorang guru. hal ini karena inti dari seluruh pelaksanaan manajemen sekolah adalah proses belajar mengajar. dan pihak pertama dimana guru harus dapat melaksanakan ini dalam tugasnya sebagai pengajar. akuntabilitas tidak saja menyangkut proses pembelajaraan, tetapi juga menyangkut pengelolaan keuangan dan kualitas output. pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab akan mendapat kepercayaan dari warga sekolah dan masyarakat. karena dalam akuntabilitas moral individu yang baik dan didukung sistem yang baik akan menjamin pengelolaan keuangan yang bersih jauh dari korupsi. sekolah bertanggung jawab atas kualitas outputnya terhadap publik.
      dari jawaban diatas sekolah, baik warga sekolah itu sendiri serta badan-badan yang terkait dengan pendidikan bertanggung jawab dalam mewujudkan tujuan akuntabilitas yang baik.

      Hapus
  10. Peserta, Fitriyah (D91217095)
    Saya mau bertanya, terkait dengan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menentukan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan salah satunya yaitu, pengukuran dilakukan sesuai dengan syarat pengukuran umum yang berlaku, yaitu secara insidental dan berkala.
    Bisa dijelaskan langkahnya sprti apa?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemakalah, Izza Umaroh D91217102
      saya menjawab pertannyaan mbak fitri, jadi pengukuran disini adalah pengukuran kinerja yang dilakukan sesuai syarat atau hukum yang sudah berlaku secara umum yaitu pengukuran yang dilaksanakan dengan dua cara: insidental(sewaktu-waktu) dan berkala (rutin sesuai waktu yang ditentukan). contoh pengukuran secara berkala: laporan kinerja sekolah seperti pembagian raport yang dilakukan setiap akhir semester, laporan dana BOS setiap tahun dan contoh pengukuran secara insidental: laporan kagiatan yang di lakukan sekolah dll

      Hapus
  11. Peserta, Zakiyatul Muniroh (D91217075)
    Saya mau bertanya, bagaimana cara mengurangi oknum pengelola keuangan sekolah yang melakukan korupsi? Mengingat banyak masyarakat kurang mampu yang seharusnya mendapatkan dana bos justru tidak dapat.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemakalah, Izza Umaroh D91217102

      seperti sudah dijelaskan diatas bahwa akuntabilitas tidak saja menyangkut sistem tetapi juga menyangkut moral individu. jadi, moral individu yang baik dan didukung oleh sistem manajemen keuangan yang baik akan menjamin pengelolaan keuangan yang bersih, dan jauh dari praktek korupsi. serta dapat bertanggung jawab atas tugasnya dalam pengelolaan keuangan tersebut.

      Hapus
  12. Peserta, Muhammad Rizky Adryan D91217118. Saya mau bertanya, apa solusi yang dapat diberikan ketika ada orang yang dapat dipercaya bisa melaksanakan akuntabilitas ini melakukan kecurangan untuk kepentingan sendiri? Dan bagaimana cara mengatasinya agar kejadian tersebut tidak terulang! Terima kasih

    BalasHapus
  13. Pemakalah, Alfin Maghfiroh, D91217081

    Pada dasarnya terjadi kecurangan yang dilakukan oleh pihak yang diberi kepercayaan melakukan akuntabilitas adalah karena adanya tidak kentranspan baik output, keuangan maupun proses pembelajaran kepada masyarakat, terutama orang tua peserta didik. seperti contoh tidak sedikit dari sekolah yang tidak menyampaikan tentang pengelolaan dana bos kepada orang tua , padahal dana bos merupakan dana untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang mana orang tua siswa juga turut andil dalam pengelolaan dana bos dengan memberi saran kepada sekolah.
    Nah dari paparan di atas menurut kami solusi yang tepat adalah dengan menyampaikan secara tranparan kepada publik agar tidak ada celah yang digunakana untuk melakukan kecurangan, dengan tidak adanya celah maka besar kemungkinan kecurangan yang dilakukan pihak tersebut tidak terulang kembali

    BalasHapus
  14. Peserta, Muchammad Fahri Badruddin (D91217114)
    Saya mau bertanya, maaf sebelumnya yang saya tanyakan sedikit mendasar. Dalam makalah yang bisa saya tangkap bahwa akuntabilitas pendidikan ini memiliki beberapa persamaan dengan manajemen pendidikan. Apakah kedua hal ini berbeda ataukah sama?

    BalasHapus