Selamat Datang

Alhamdulillah, blog ini masih dapat dimanfaatkan untuk melengkapi kekurangan fasilitas website http://syaifuddin-mr.com/
Blog ini digunakan untuk memperpanjang pertemuan kuliah yang dibatasi tempat dan waktu. Semoga bermanfaat.

Syaifuddin

01 April 2020

Berbagai Macam Aliran dalam Psikologi (Kelompok 7)

Dosen, Syaifuddin, Kelas B dan C, 196911291994031003.

Pada kuliah "kelompok 7 ini" kita akan membahas Berbagai Macam Aliran dalam Psikologi. Beberapa bahasan meliputi: aliran fungsionalisme beserta tokohnya; aliran strukturalisme beserta tokohnya; aliran psiko-analisa beserta tokohnya; serta aliran kognitif, humanistik.
Pada diskusi kali inipun diharapkan saudara/i berdiskusi secara online tentang topik di atas tanpa harus terlalu memposisikan diri sebagai pemakalah atas peserta diskusi. Harapan saya bagi pemakalah hendaknya memantau diskusi dan/atau komentar dalam topik ini.
Diharapkan saudara saling berbagi tentang topik di atas. Makalah dapat di share oleh pemakalah di grup WA, karena forum ini hanya sebagai kepanjangan pertemuan dengan tidak terikat oleh tempat dan waktu. Sebelum menyampaikan pendapat saudara/i dapat mencantumkan identitas seperti yang saya contohkan di atas dengan format "Pemakalah/Peserta, Nama, Kelas, Nim".

Selamat berdiskusi !

44 komentar:

  1. Assalamualaikum wr. wb. Kami dari kelompok 7 akan mempresentasikan hasil diskusi kami dengan judul Aliran-Aliran dalam Psikologi , Adapun anggota kami adalah sebagai berikut :
    Hanna Luthfi Laily (D01219024)
    Minan Sholahuddin (D01219032)
    Fitri Sofi Yulloh (D71219066)

    BalasHapus
  2. Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang pernah sangat dominan pada masanya, dan merupakan hal penting yang patut dibahas dalam mempelajari psikologi. Pendekatan fungsionalisme berlawanan dengan aliran strukturalisme. Aliran fungsionalisme juga keluar dari pragmatism sebagai sebuah filsafat. Aliran fungsionalisme berbeda dengan psikoanalisa, maupun psikologi analitis, yang berpusat kepada seorang tokoh.
    Fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada proses mental dan menghargai manfaat psikologi. Maksudnya, Fungsionalisme memandang bahwa masyarakat adalah sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan tidak bisa dipahami secara terpisah. Fungsionalisme adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam hubungan pikiran dan perilaku. Dengan demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan bentuk manifestasi dari pikiran dan perilaku.
    Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis. Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsi-fungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan. Fungsionalisme juga memandang bahwa psikologi tak cukup hanya mempersoalkan apa dan mengapa terjadi sesuatu (strukturalisme) tetapi juga mengapa dan untuk apa (fungsi) suatu tingkah laku tersebut terjadi. Fungsionalisme lebih menekankan pada aksi dari gejala psikis dan jiwa seseorang yang diperlukan untuk melangsungkan kehidupan dan berfungsi untuk penyesuaian diri psikis dan sosial.

    BalasHapus
  3. Berikut tokoh-tokoh aliran fungsionalisme dalam psikologi:
    Willliam James (1842-1910)
    Menurut James, psikologi tidak dapat membuktikan bebasnya kemauan. Bila pikologi bekerja sama dengan determinisme, dapatlah ia melokalisasi sesuatu “pilihan bebas’. Akan tetapi, psikologi tidak dapat mengunakan konsep itu begitu saja, karena konsep itu (determinisme) adalah hipotesis yang bbekerja di belakang sains dan merupakan bagian dari pengetahuan agama. Karya psikologi yang di anggap pionir yanhg terbit pada tahun 1890, prinsiple of psvchologi. Selama tahun 1890-an, ia menerbitkan banyak tulisan yang bercorak pragmatis dan karya psikologi yang memusatkan perhatian pada pahamnya itu. Dengan penekanan pada peranan fungsional pada kesasaran, James merasa bahwa mwtode interupeksi dari strukrturalisme terlalu membatasi, untuk mengetahui bagaai mana organisme beradaptasi dengan lingkungannya, pendukung fungsionalis berpendapat bahwa data yang berasal dari interopeksi harus dilengkapi dengan observasi perilaku aktual, termasuk penelitian perilaku, jadi, fungsionslisme memperluas lingkup psikologi dengan mencakup prilaku sebagai variabel dependen. Namun, bersama dengan strukturalisme, fungsionalisme masih menganggap psikologi sevagai ilmu pengetahuan pengalaman sadar dan metode penelitian utama sebagai interopeksi.
    James Rowland Angell (1869-1949)
    Dia menjelaskan tiga macam pandangannya terhadap fungsionalisme:
    Fungsionalisme adalah psikologi tentang mental operation sebagai lawan dari psikologi tentang elemen-elemen mental (elementisme)
    Fungsionalisme adalah psikologi tentang kegunaan dasar dari kesadaran, yang jiwa merupakan perantara antara kebutuhan-kebutuhan organisme dan lingkungannya, khususnya dalam keadaan “emergency” (teori “emergancy” dari kesadaran)
    Fungsionalisme adalah psikofisik, yaitu psikologi tentang keseluruhan organisme yang terdiri atas jiwa dan badan. Oleh karena itu, ia menyangkut juga hal-hal yang dibalik kesadaran, seperti kebiasaan, tingkah laku yang setengah disadari, dan sebagainya.
    John Dewey (1859-1952)
    Sebagai seorang ahli filsafat, pandangan-pandangan psikologi Dewey banyak dipengaruhi ahli filsafat. Ia merupakan orang pertama yang meulis buku karangan asli mangenai psikologi dalam bahasa inggris (bukan terjemahan dari bahasa Jerman) pandangan filsafat adalah “Manusia yang berfikir tentang perubahan”. Ia menentang pendapat bahwa manusia sebaiknya pasif dan membiarkan segala sesuatu di sekitarnya sebagai mana adanya. Yang penting ubtuk digaris bawahi disini adalah baik aliran strukturalisme maupun fungsionalisme keduanya memiliki peranan penting dalam perkambangan psikologi awal. Karena masing-masing sudut pandangan memberikan pendekatan terhadap psikologi, dua aliran itu dianggap sebagai naliran psikologi yang berkompetisi.

    BalasHapus
  4. Strukturalisme
    Strukturalisme merupakan aliran yang pertama dalam psikologi karena dikemukakan oleh Wilhelm Wundt (Bapak Psikologi Eksperimental) setelah ia melakukan eksperimennya di laboratotium. Wundt dan pengikut-pengikutnya berpendapat bahwa pengalaman mental yang kompleks sebenarnya adalah halnya pesenyawaan kimiawi yang tersusun dari unsur-unsur kimiawi. Mereka bekerja atas premis-premisnya, menyelidiki struktur kesadaran dan mengembangkan hukum-hukum pembentukkannya.
    Pada pertengahan abad ke-19, yaitu pada awal berdirinya psikologi sebagai satu disiplin limu yang mandiri, psikologi didominasi oleh gagasan serta usaha mempelajari elemen-elemen dasar dari kehidupan mental orang dewasa normal, melalui penelitian laboratorium dengan menggunakan metode intropeksi. Pada masa itu, tercatat aliran psikologi yang disebut psikologi strukturalisme. Tokoh psokologi strukturalisme ini adalah Wilhelm Wundt. Wundt dan pengikut-pengikutnya disebut strukturalis karena mereka berpendapat bahwa pengalaman mental yang kompleks itu sebenarnya adalah “struktur” yang terdiri atas keadaan-keadaan mental yang sederhana, seperti halnya persenyawan-persenyawan kimiawi yang tersusun dari unsur-unsur kimiawi. Ciri-ciri dari strukturalisme Wundt adalah penekanannya pada analisis atau proses kesadaran yang dipandang terdiri atas elemen-elemen dasar, serta usahanya menemukan hukum-hukum yang membawahi hubungan antar elemen kesadaran tersebut. Karena pandanganya elementalistik ini, psikologi strukturalisme disebut juga psikologi elementalisme. Selain dipandang terdiri atas elemen-elemen dasar, kesadaran, oleh Wundt dan para ahli psikologi lainnya pada masa itu, dipandang sebagai aspek yang utama dari kehidupan mental. Segala sesuatu atau proses yang terjadi dalam diri manusia, selalu bersumber pada kesasaran.
    Metode yang dipakai dalam strukturalisme ialah metode instropektif. Metode introspeksi ialah orang yang menjalani percobaan diminta untuk menceritakan kembali pengalamannya atau perasaannya setelah ia melakukan suatu eksperimen. Sensasi seperti manis, pahit, dingin dapat diidentifikasi memakai introspeksi.
    Menurut Jean Piaget, strukturalisme itu sulit dikenali karena mencakup bentuk-bentuk yang beragam sehingga sulit menampilkan sifat umum dan karena “struktur-struktur” yang dirujuk memperoleh arti yang cenderung berbeda-beda. Struktur adalah sistem transformasi yang mengandung kaidah sebagai sistem dan yang melindungi diri atau memperkaya diri melalui peran tranformasi-tranformasinya, tanpa keluar dari batas-batasnya atau menyebabkan masuknya unsur-unsur luar. Piaget menyebutkan tiga sifat yang dimaksud dalam sebuah struktur, yakni totalitas, transformasi, dan pengaturan diri. Sebuah struktur kata Piaget, harus dilihat sebagai sesuatu totalitas, meskipun terdiri atas sejumlah unsur, struktur unsur-unsur itu berkaitan satu sama lain dalam sebuah kesatuan. Dilihat secara hierarkis, sebuah struktur terdiri atas sejumlah sub struktur yang terikat oleh struktur yang lebih besar. Dengan demikian, pengertian struktur tidak terbatas pada konsep terstruktur, tetapi sekaligus juga mencakup pengertian prases menstruktur. Pengertian transformasi pada dasarnya sejalan dengan konsep tata bahasa generatif-transformasional Chomsky. Sifat yang dinamis ini berkaitan dengan kaidah otoregulasi yang ada pada sebuah strutur.
    Tokoh strukturalisme lain adalah Edward Bradford Titcherner (1867-1927). Titcherener merupakan orang Inggris yang pertama yang mewakili pandangan-pandangan psikologi Jerman (Wundt) sebagai murid Wundt, ia menerjemahkan beberapa buku Wundt dalam bahasa inggris. Setelah belajar di Leipzig, Titchener ingin kembali ke Oxford, namun ditolak, karena psikologi di Inggris tidak sejalan dengan Wundt. Oleh karena itu, ia pergi ke Cornell University di Amerika Serikat, dan sebagai guru besar, ia mengembangkan strukturalisme di Amerika Serikat dari universitas tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ariska Maghfiroh (D01219014) Kelas B
      Saya mau bertanya, jika dalam strukturalisme menggunakan metode intropektif, dimana orang yang di teliti menceritakan ulang pengalaman dan perasaannya. Jika orang tersebut tidak mau mrnceritakan atau tidak bisa menceretikan ulang, lalu metode lain apa yang di lakukan untuk meneliti? Jelaskan!
      Terimakasihh

      Hapus
    2. Jadi jika pada aliran strukturalisme ini metode yang d gunakan adalah intropektif yaitu menceritakan ulang, seirinh berkembangnya keilmuan akhinya muncul aliran psikoalisa yang tidak lagi harus menceritakan ualng melankan melalui cara hypnotis atau alam bawah sadar mereka dari sini dapat terlihat bagaimana kepribaduan manusia tanpa harus menceritakan ulang karena mungkin manusia itu tertutup akhirnya dia sulit untuk menceritakan ulang sehingga munculah aliran psikoanalisa

      Hapus
  5. Psiko-Analisa
    Lahirnya psikoanalisa dalam dunia psikologi oleh para ahli sering dianolgikan dengan revolusi Convernican yang dalam natural science berarti dicaci, ditolak, akan tetapi pada akhirnya diagungkan. Psikoanalisa adalah salah satu aliran psikologi yang meletakkan dasar metodologi kajian psikologi. Pada dasarnya aliran ini adalah satu aliran psikoterapi. Pendiri psikoanalisa adalah Sigmund Freud (1856-1940). Aliran ini dilatar belakangi saat Freud mengambil metode Breuer mengenai hypnosis untuk menagani pasiennya, tetapi akhirnya tidak memuaskan dengan hypnosis tersebut, dan menggunakan asosiasi bebas yang merupakan perkembangan teknik dalam psikoanalisa. Tujuan psikoanalisa dari Freud adalah membawa ke tingkat kesadaran mengenai ingatan atau pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, yang diasumsikan sebagai sumber perilaku yang tidak normal dalam pasiennya.
    Aliran ini menekankan analisis struktur kepribadian manusia yang relatif stabil dan menetap. Dalam perspektif aliran ini, manusia memiliki tiga struktur kepribadian, diantaranya yaitu id, ego dan super ego. Pertama, Id merupakan aspek biologis yang mempunyai energi yang dapat mengaktifkan ego dan super ego. Energi yang meningkat dari id sering menimbulkan ketegangan dan rasa tidak nyaman. Dan sering menimbulkan dorongan-dorongan hawa nafsu yang berupa pemuasan, Kedua, ego yang berperan sebagai penekan dorongan-dorongan pada id, Ketiga, super ego yang mengatur agar ego bertindak sesuai dengan moral masyarakat dan merintangi dorongan-dorongan id terutama dorongan seksual dan agresivitas yang bertentangan dengan moral dan agama.
    Jadi aliran ini berkeyakinan bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak sadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
    Tokoh-tokoh dalam aliran psikoanalisa adalah:
    Sigmund Freud (1856-1939)
    Merupakan tokoh kelahiran Freiburg, Moravia. Yang dikenal dengan bapak psikoanalisa. Menurutnya dasar perilaku adalah insting yang bertempat pada alam ketidak sadaran.
    Erik Erikson (1902-1994)
    Merupakan tokoh kelahiran jerman yang merupakan salah seorang rekan dilingkar dalam Freud di Vienna, yang telah mengembangkan dan memodifikasi perspektif psikoanalisa.
    Carl Gustav Jung (1875-1961)
    Merupakan tokoh kelahiran Keswill, sebuah kota di Danau Costance Swiss. Jung adalah pencetus ide ketidaksadaran kolektif. Sistem psikologinya hampir sama dengan Freud, tapi memiliki beberapa jalan yang berbeda. Dia menyebut sistemnya “Psikologi analitik”.

    BalasHapus
  6. Aliran Kognitif
    Istilah kognitif berasal dari kata cognition, padanannya dengan knowing yang berarti mengetahui. Neisser mengartikan cognition (kognisi) dengan perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Aliran ini lebih menekankan hal yang berlangsung di pikiran seseorang. Bagaimana seseorang berfikir, mengingat, memahami bahasa, memecahkan masalah, menjelaskan berbagai pengalaman, memperoleh sejumlah standar moral dan membentuk keyakinan. Aliran kognitif muncul pada tahun 60-an sebagai konsekuensi ketidakpuasan terhadap konsep manusia menurut behaviourisme.
    Menurut aliran ini, belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respons, namun lebih dari itu, belajar melibatkan proses berfikir yang sangat kompleks. Menurut aliran ini ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Proses ini tidak berjalan terpatah-patah, terpisah-pisah, tetapi melalui proses yang mengalir, bersambung-sambung dan menyeluruh. Seperti halnya Ketika membaca tulisan, bukan alfabet-alfabet yang terpisah-pisah yang dapat diserap oleh pikiran, tetapi kata, kalimat, paragraf yang kesemuanya itu seolah menjadi satu, mengalir, menyerbu secara total bersamaan.
    Teori belajar Psikologi kognitif ini memandang bahwa tingkah laku seseorang tidak hanya dikontrol oleh reward (penghargaan) dan reinforcement (bala bantuan). Mereka beranggapan seperti ini adalah para ahli jiwa atau psikolog aliran kognitif. Menurut pendapat mereka tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi, yakni Tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku ini terjadi.
    Menurut pandangan kognitif, dalam situasi belajar seseorang terlibat langsung dengan situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Jadi kaum kognitif berpandangan bahwa tingkah laku seseorang lebih bergantung pada insight (wawasan) terhadap hubungan-hubungan yang ada di dalam satu situasi. Keseluruhan adalah lebih kepada bagian-bagiannya. Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta pada faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan.
    Teori kognitif menjelaskan pembelajaran sebagai cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman tingkah laku, keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas.

    BalasHapus
  7. Tokoh dari aliran kognitif ini ada dua, diantaranya adalah:
    Jihan Piaget (1896-1980)
    Menurutnya, proses belajar sebenarnya dari tiga tahap, yakni asimilasi, akomodasi, dan equibilirasi (penyeimbangan). Proses asimilasi adalah proses penyatuan informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada dalam benak siswa. Akomodasi adalah penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang bau. Sedangkan equibilirasi adalah penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Menurut Piaget proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui siswa, yang dalam hal ini Piaget membaginya menjadi 4 tahap, yaitu tahap sensori motor (Ketika anak berumur1,5-2 tahun), tahap pra operasional (2/3-7/8 tahun), tahap operasional konkret (7/8-12/14 tahun), dan tahap operasional (11/12-18 tahun).
    Jerome Brunner (1915-2016)
    Brunner mengusulkan teorinya yang disebut free discovery learning. Menurut teori ini proses belajar akan belajar dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan melalui contoh-contoh yang menggambarkan aturan yang menjadi sumbernya. Dengan kata lain siswa dibimbing secara induktif untuk memahami suatu kebenaran umum. Untuk memahami konsep kejujuran, misalnya, siswa pertama-tama tidak menghafal definisi kata kejujuran. Dari contoh-contoh itulah siswa dibimbing untuk mendefiniskan kata kejujuran.

    BalasHapus
  8. Psikologi pendidikan humanistik adalah aliran psikologi pendidikan yang terkonstruksi berdasar paradigma psikologi humanistik. Ini berarti psikologi pendidikan humanistik adalah psikologi pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan teori-teori yang ada dalam psikologi humanistik ke dalam masalah-masalah pendidikan dan pengajaran.
    Aliran humanistik muncul pada tahun 1940-an sebagai reaksi ketidakpuasan terhadap pendekatan psikoanalisa dan behavioristik. Sebagai sebuah aliran dalam psikologi, aliran ini boleh dikatakan relatif masih muda, bahkan beberapa ahlinya masih hidup dan terus-menerus mengeluarkan konsep yang relevan dengan bidang pengkajian psikologi, yang sangat menekankan pentingnya kesadaran, aktualisasi diri, dan hal-hal yang bersifat positif tentang manusia. Berikut ini tokoh-tokoh aliran humanistic dan teorinya.
    Tokoh-tokoh yang terkenal dalam aliran humanistic adalah:
    Abraham Maslow
    Abraham H. Maslow adalah tokoh yang menonjol dalam psikologi humanistik. Karyanya di bidang pemenuhan kebutuhan berpengaruh sekali terhadap upaya memahami motivasi manusia. Sebagian dari teorinya yang penting didasarkan atas asumsi bahwa dalam diri manusia terdapat dorongan positif untuk tumbuh dan kekuatan-kekuatan yang melawan atau menghalangi pertumbuhan.
    Maslow berpendapat, bahwa manusia memiliki hierarki kebutuhan yang dimulai dari kebutuhan jasmaniah-yang paling asasi- sampai dengan kebutuhan tertinggi yakni kebutuhan estetis. Kebutuhan jasmaniah seperti makan, minum, tidur dan sex menuntut sekali untuk dipuaskan. Apabila kebutuhan ini terpuaskan, maka muncullah kebutuhan keamanan seperti kebutuhan kesehatan dan kebutuhan terhindar dari bahaya dan bencana. Berikutnya adalah kebutuhan untuk memiliki dan cinta kasih, seperti dorongan untuk memiliki kawan dan berkeluarga, kebutuhan untuk menjadi anggota kelompok, dan sebagainya. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan ini dapat mendorong seseorang berbuat lain untuk memperoleh pengakuan dan perhatian, misalnya dia menggunakan prestasi sebagai pengganti cinta kasih. Berikutnya adalah kebutuhan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihargai, dihormati, dan dipercaya oleh orang lain.
    Apabila seseorang telah dapat memenuhi semua kebutuhan yang tingkatannya lebih rendah tadi, maka motivasi lalu diarahkan kepada terpenuhinya kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan potensi atau bakat dan kecenderungan tertentu. Bagaimana cara aktualisasi diri ini tampil, tidaklah sama pada setiap orang. Sesudah kebutuhan ini, muncul kebutuhan untuk tahu dan mengerti, yakni dorongan untuk mencari tahu, memperoleh ilmu dan pemahaman. Sesudahnya, Maslow berpendapat adanya kebutuhan estetis, yakni dorongan keindahan, dalam arti kebutuhan akan keteraturan, kesimetrisan dan kelengkapan.
    Maslow membedakan antara empat kebutuhan yang pertama dengan tiga kebutuhan yang kemudian. Keempat kebutuhan yang pertama disebutnya deficiency need (kebutuhan yang timbul karena kekurangan), dan pemenuhan kebutuhan ini pada umumnya bergantung pada orang lain. Sedangkan ketiga kebutuhan yang lain dinamakan growth need (kebutuhan untuk tumbuh) dan pemenuhannya lebih bergantung pada manusia itu sendiri.

    BalasHapus
  9. Carl R. Rogers
    Carl R. Rogers adalah seorang ahli psikologi humanistik yang gagasan-gagasannya berpengaruh terhadap pikiran dan praktek psikologi di semua bidang, baik klinis, pendidikan, dan lain-lain. Lebih khusus dalam bidang pendidikan, Rogers mengutarakan pendapat tentang prinsip-prinsip belajar yang humanistik, yang meliputi hasrat untuk belajar, belajar yang berarti, belajar tanpa ancaman, belajar atas inisiatif sendiri, dan belajar untuk perubahan. Adapun penjelasan konsep masing-masing prinsip tersebut adalah sebagai beriku:
    Hasrat untuk Belajar
    Menurut Rogers, manusia mempunyai hasrat alami untuk belajar. Hal ini terbukti dengan tingginya rasa ingin tahu anak apabila diberi kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan. Dorongan ingin tahu untuk belajar ini merupakan asumsi dasar pendidikan humanistik. Di dalam kelas yang humanistik anak-anak diberi kesempatan dan kebebasan untuk memuaskan dorongan ingin tahunya, untuk memenuhi minatnya dan untuk menemukan apa yang penting dan berarti tentang dunia di sekitarnya.
    Belajar yang Berarti
    Belajar akan mempunyai arti atau makna apabila apa yang dipelajari relevan dengan kebutuhan dan maksud anak. Artinya, anak akan belajar dengan cepat apabila yang dipelajari mempunyai arti baginya.
    Belajar Tanpa Ancaman
    Belajar mudah dilakukan dan hasilnya dapat disimpan dengan baik apabila berlangsung dalam lingkungan yang bebas ancaman. Proses belajar akan berjalan lancer manakala murid dapat menguji kemampuannya, dapat mencoba pengalaman-pengalaman baru atau membuat kesalahan-kesalahan tanpa mendapat kecaman yang bisaanya menyinggung perasaan.
    Belajar atas Inisiatif Sendiri
    Belajar akan paling bermakna apabila hal itu dilakukan atas inisiatif sendiri dan melibatkan perasaan dan pikiran si pelajar. Mampu memilih arah belajarnya sendiri sangatlah memberikan motivasi dan mengulurkan kesempatan kepada murid untuk “belajar bagaimana caranya belajar” (to learn how to learn). Tidaklah perlu diragukan bahwa menguasai bahan pelajaran itu penting, akan tetapi tidak lebih penting daripada memperoleh kecakapan untuk mencari sumber, merumuskan masalah, menguji hipotesis atau asumsi, dan menilai hasil. Belajar atas inisiatif sendiri memusatkan perhatian murid baik pada proses maupun hasil belajar. Belajar atas inisiatif sendiri juga mengajar murid menjadi bebas, tidak bergantung, dan percaya pada diri sendiri. Apabila murid belajar atas inisiatif sendiri, ia memiliki kesempatan untuk menimbang-nimbang dan membuat keputusan, menentukan pilihan dan melakukan penilaian. Dia menjadi lebih bergantung pada dirinya sendiri dan kurang bersandar pada penilaian pihak lain. Di samping atas inisiatif sendiri, belajar juga harus melibatkan semua aspek pribadi, kognitif maupun afektif. Rogers dan para ahli humanistik yang lain menamakan jenis belajar ini sebagai whole person learning belajar dengan seluruh pribadi, belajar dengan pribadi yang utuh. Para ahli humanistik percaya, bahwa belajar dengan tipe ini akan menghasilkan perasaan memiliki (feeling of belonging) pada diri murid. Dengan demikian, murid akan merasa terlibat dalam belajar, lebih bersemangat menangani tugas-tugas dan yang terpenting adalah senantiasa bergairah untuk terus belajar.
    Belajar dan Perubahan
    Prinsip terakhir yang dikemukakan oleh Rogers ialah bahwa belajar yang paling bermanfaat ialah bejar tentang proses belajar. Menurut Rogers, di waktu-waktu yang lampau murid belajar mengenai fakta-fakta dan gagasan-gagasan yang statis. Waktu itu dunia lambat brerubah, dan apa yang diperoleh di sekolah sudah dipandang cukup untuk memenuhi tuntutan zaman. Saat ini perubahan merupakan fakta hidup yang sentral. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi selalu maju dan melaju. Apa yang dipelajari di masa lalu tidak dapat membekali orang untuk hidup dan berfungsi baik di masa kini dan masa yang akan dating. Dengan demikian, yang dibutuhkan saat ini adalah orang yang mampu belajar di lingkungan yang sedang berubah dan akan terus berubah.

    BalasHapus
  10. Arthur Combs
    Perasaan, persepsi, keyakinan dan maksud merupakan perilaku-perilaku batiniah yang menyebabkan seseorang berbeda dengan yang lain. Agar dapat memahami orang lain, seseorang harus melihat dunia orang lain tersebut, bagaimana ia berpikir dan merasa tentang dirinya. Itulah sebabnya, untuk mengubah perilaku orang lain, seseorang harus mengubah persepsinya.
    Menurut Combs, perilaku yang keliru atau tidak baik terjadi karena tidak adanya kesediaan seseorang melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai akibat dari adanya sesuatu yang lain, yang lebih menarik atau memuaskan. Misalkan guru mengeluh murid-muridnya tidak berminat belajar, sebenarnya hal itu karena murid-murid itu tidak berminat melakukan apa yang dikehendaki oleh guru. Kalau saja guru tersebut lalu mengadakan aktivitasaktivitas yang lain, barangkali murid-murid akan berubah sikap dan reaksinya.

    BalasHapus
  11. Hanna Luthfi LailyRabu, 29 April, 2020

    E. Aliran Humanistik
    Psikologi pendidikan humanistik adalah aliran psikologi pendidikan yang terkonstruksi berdasar paradigma psikologi humanistik. Ini berarti psikologi pendidikan humanistik adalah psikologi pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan teori-teori yang ada dalam psikologi humanistik ke dalam masalah-masalah pendidikan dan pengajaran.
    Aliran humanistik muncul pada tahun 1940-an sebagai reaksi ketidakpuasan terhadap pendekatan psikoanalisa dan behavioristik. Sebagai sebuah aliran dalam psikologi, aliran ini boleh dikatakan relatif masih muda, bahkan beberapa ahlinya masih hidup dan terus-menerus mengeluarkan konsep yang relevan dengan bidang pengkajian psikologi, yang sangat menekankan pentingnya kesadaran, aktualisasi diri, dan hal-hal yang bersifat positif tentang manusia. Berikut ini tokoh-tokoh aliran humanistic dan teorinya.
    Tokoh-tokoh yang terkenal dalam aliran humanistic adalah:
    1. Abraham Maslow
    Abraham H. Maslow adalah tokoh yang menonjol dalam psikologi humanistik. Karyanya di bidang pemenuhan kebutuhan berpengaruh sekali terhadap upaya memahami motivasi manusia. Sebagian dari teorinya yang penting didasarkan atas asumsi bahwa dalam diri manusia terdapat dorongan positif untuk tumbuh dan kekuatan-kekuatan yang melawan atau menghalangi pertumbuhan.
    Maslow berpendapat, bahwa manusia memiliki hierarki kebutuhan yang dimulai dari kebutuhan jasmaniah-yang paling asasi- sampai dengan kebutuhan tertinggi yakni kebutuhan estetis. Kebutuhan jasmaniah seperti makan, minum, tidur dan sex menuntut sekali untuk dipuaskan. Apabila kebutuhan ini terpuaskan, maka muncullah kebutuhan keamanan seperti kebutuhan kesehatan dan kebutuhan terhindar dari bahaya dan bencana. Berikutnya adalah kebutuhan untuk memiliki dan cinta kasih, seperti dorongan untuk memiliki kawan dan berkeluarga, kebutuhan untuk menjadi anggota kelompok, dan sebagainya. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan ini dapat mendorong seseorang berbuat lain untuk memperoleh pengakuan dan perhatian, misalnya dia menggunakan prestasi sebagai pengganti cinta kasih. Berikutnya adalah kebutuhan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihargai, dihormati, dan dipercaya oleh orang lain.
    Apabila seseorang telah dapat memenuhi semua kebutuhan yang tingkatannya lebih rendah tadi, maka motivasi lalu diarahkan kepada terpenuhinya kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan potensi atau bakat dan kecenderungan tertentu. Bagaimana cara aktualisasi diri ini tampil, tidaklah sama pada setiap orang. Sesudah kebutuhan ini, muncul kebutuhan untuk tahu dan mengerti, yakni dorongan untuk mencari tahu, memperoleh ilmu dan pemahaman. Sesudahnya, Maslow berpendapat adanya kebutuhan estetis, yakni dorongan keindahan, dalam arti kebutuhan akan keteraturan, kesimetrisan dan kelengkapan.
    Maslow membedakan antara empat kebutuhan yang pertama dengan tiga kebutuhan yang kemudian. Keempat kebutuhan yang pertama disebutnya deficiency need (kebutuhan yang timbul karena kekurangan), dan pemenuhan kebutuhan ini pada umumnya bergantung pada orang lain. Sedangkan ketiga kebutuhan yang lain dinamakan growth need (kebutuhan untuk tumbuh) dan pemenuhannya lebih bergantung pada manusia itu sendiri.

    BalasHapus
  12. Hanna Luthfi LailyRabu, 29 April, 2020

    2. Carl R. Rogers
    Carl R. Rogers adalah seorang ahli psikologi humanistik yang gagasan-gagasannya berpengaruh terhadap pikiran dan praktek psikologi di semua bidang, baik klinis, pendidikan, dan lain-lain. Lebih khusus dalam bidang pendidikan, Rogers mengutarakan pendapat tentang prinsip-prinsip belajar yang humanistik, yang meliputi hasrat untuk belajar, belajar yang berarti, belajar tanpa ancaman, belajar atas inisiatif sendiri, dan belajar untuk perubahan. Adapun penjelasan konsep masing-masing prinsip tersebut adalah sebagai beriku:
    a) Hasrat untuk Belajar
    Menurut Rogers, manusia mempunyai hasrat alami untuk belajar. Hal ini terbukti dengan tingginya rasa ingin tahu anak apabila diberi kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan. Dorongan ingin tahu untuk belajar ini merupakan asumsi dasar pendidikan humanistik. Di dalam kelas yang humanistik anak-anak diberi kesempatan dan kebebasan untuk memuaskan dorongan ingin tahunya, untuk memenuhi minatnya dan untuk menemukan apa yang penting dan berarti tentang dunia di sekitarnya.
    b) Belajar yang Berarti
    Belajar akan mempunyai arti atau makna apabila apa yang dipelajari relevan dengan kebutuhan dan maksud anak. Artinya, anak akan belajar dengan cepat apabila yang dipelajari mempunyai arti baginya.
    c) Belajar Tanpa Ancaman
    Belajar mudah dilakukan dan hasilnya dapat disimpan dengan baik apabila berlangsung dalam lingkungan yang bebas ancaman. Proses belajar akan berjalan lancer manakala murid dapat menguji kemampuannya, dapat mencoba pengalaman-pengalaman baru atau membuat kesalahan-kesalahan tanpa mendapat kecaman yang bisaanya menyinggung perasaan.
    d) Belajar atas Inisiatif Sendiri
    Belajar akan paling bermakna apabila hal itu dilakukan atas inisiatif sendiri dan melibatkan perasaan dan pikiran si pelajar. Mampu memilih arah belajarnya sendiri sangatlah memberikan motivasi dan mengulurkan kesempatan kepada murid untuk “belajar bagaimana caranya belajar” (to learn how to learn). Tidaklah perlu diragukan bahwa menguasai bahan pelajaran itu penting, akan tetapi tidak lebih penting daripada memperoleh kecakapan untuk mencari sumber, merumuskan masalah, menguji hipotesis atau asumsi, dan menilai hasil. Belajar atas inisiatif sendiri memusatkan perhatian murid baik pada proses maupun hasil belajar. Belajar atas inisiatif sendiri juga mengajar murid menjadi bebas, tidak bergantung, dan percaya pada diri sendiri. Apabila murid belajar atas inisiatif sendiri, ia memiliki kesempatan untuk menimbang-nimbang dan membuat keputusan, menentukan pilihan dan melakukan penilaian. Dia menjadi lebih bergantung pada dirinya sendiri dan kurang bersandar pada penilaian pihak lain. Di samping atas inisiatif sendiri, belajar juga harus melibatkan semua aspek pribadi, kognitif maupun afektif. Rogers dan para ahli humanistik yang lain menamakan jenis belajar ini sebagai whole person learning belajar dengan seluruh pribadi, belajar dengan pribadi yang utuh. Para ahli humanistik percaya, bahwa belajar dengan tipe ini akan menghasilkan perasaan memiliki (feeling of belonging) pada diri murid. Dengan demikian, murid akan merasa terlibat dalam belajar, lebih bersemangat menangani tugas-tugas dan yang terpenting adalah senantiasa bergairah untuk terus belajar.
    e) Belajar dan Perubahan
    Prinsip terakhir yang dikemukakan oleh Rogers ialah bahwa belajar yang paling bermanfaat ialah bejar tentang proses belajar. Menurut Rogers, di waktu-waktu yang lampau murid belajar mengenai fakta-fakta dan gagasan-gagasan yang statis. Waktu itu dunia lambat brerubah, dan apa yang diperoleh di sekolah sudah dipandang cukup untuk memenuhi tuntutan zaman. Saat ini perubahan merupakan fakta hidup yang sentral. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi selalu maju dan melaju. Apa yang dipelajari di masa lalu tidak dapat membekali orang untuk hidup dan berfungsi baik di masa kini dan masa yang akan dating. Dengan demikian, yang dibutuhkan saat ini adalah orang yang mampu belajar di lingkungan yang sedang berubah dan akan terus berubah.

    BalasHapus
  13. Hanna Luthfi LailyRabu, 29 April, 2020

    3. Arthur Combs
    Perasaan, persepsi, keyakinan dan maksud merupakan perilaku-perilaku batiniah yang menyebabkan seseorang berbeda dengan yang lain. Agar dapat memahami orang lain, seseorang harus melihat dunia orang lain tersebut, bagaimana ia berpikir dan merasa tentang dirinya. Itulah sebabnya, untuk mengubah perilaku orang lain, seseorang harus mengubah persepsinya.
    Menurut Combs, perilaku yang keliru atau tidak baik terjadi karena tidak adanya kesediaan seseorang melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai akibat dari adanya sesuatu yang lain, yang lebih menarik atau memuaskan. Misalkan guru mengeluh murid-muridnya tidak berminat belajar, sebenarnya hal itu karena murid-murid itu tidak berminat melakukan apa yang dikehendaki oleh guru. Kalau saja guru tersebut lalu mengadakan aktivitasaktivitas yang lain, barangkali murid-murid akan berubah sikap dan reaksinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Wahyu Nur Wahid (D71219087) dari kelas C. Mohon izin bertanya kepada pemateri nggeh. Dijelaskan dalam pemaparan bahwa, "Aliran kognitif muncul pada tahun 60-an sebagai konsekuensi ketidakpuasan terhadap konsep manusia menurut behaviourisme". Nah yang saya tanyakan "konsekuensi ketidakpuasan" yang dimaksud itu yang bagaimana? Dan konsep kemanusiaan menurut behaviourisme itu yang bagaimana?, sehingga kok timbul konsekuensi ketikpuasan dari aliran kognitif ini

      Mohon maaf jika terdapat salah kata. Matur Nuwun :)

      Hapus
  14. Saya Selvia A. Izin bertanya yaa,, Aliran humanistik kan muncul sebagai reaksi ketidakpuasan pendekatan psikoanalisa dan behavioristi, nah apa yang menyebabkan ketidakpuasan kedua pendekatan tersebut??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Psikologi humanistik membela kodrat manusia yang telah dianggap negatif dan deterministik oleh aliran behaviorisme dan psikoanalisis..
      Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964), sebagai berikut:

      1. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen.
      2. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya.
      3. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain.
      4. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab.
      5. Manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai, dan memiliki kreativitas.

      Hapus
  15. Saya A Yulian Syamsudl Dluha (D91219090) mau bertanya. Jelaskan mengapa psikologi fungsional dikatakan melakukan dehumanisasi dan pendekatan reduksionitis ( reductionistic approach ) !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanna Luthfi LailyRabu, 29 April, 2020

      Aliran Fungsionalisme dapat dikatakan melakukan dehumanisasi karena kurangnya fokus kajian yang jelas dan terarah dari aliran ini. para tokoh juga kurang mengungkapkan konsep-konsep dari karyanya. aliran ini juga terlalu mencampur adukkan berbagai konsep sehingga aliran ini menjadi kehilangan bentuk aslinya. karena hal tersebut aliran ini dianggap tidak kuat sebagai suatu sistem. memang dasarnya aliran ini ingin menjadi aliran yang fleksibel dalam mencapai tujuan-tujuannya.

      Hapus
  16. Peserta, Ravita Insani, B, D91219147
    Mohon izin bertanya
    Tolong jelaskan menurut pemakalah mengapa Pendekatan fungsionalisme berlawanan dengan aliran strukturalisme?. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanna Luthfi LailyRabu, 29 April, 2020

      yang dimaksud aliran fungsionalisme berlawanan dengan aliran strukturalisme ialah pada kajiannya. kalau aliran strukturalisme lebih mengkaji bagaimana terjadi sesuatu (susunan kejadiannya). sedangkan aliran fungsionalisme mengkaji mengapa dan untuk apa sesuatu tersebut terjadi (fungsinya). jadi antara aliran fungsionalisme dan aliran strukturalisme bukan yang sebenarnya berlawanan. hanya saja kajian dari kedua aliran itu berbeda.

      Hapus
    2. Tri Wasesa Aulia Sakti, kelas C, D91219154

      Mohon izin menambah jawaban,
      Strukturalisme: aliran mempelajari isi konten pikiran. Aliran itu fokus pada metode introspeksi.
      Introspeksi itu berarti melihat lebih dalam dengan cara menceritakan kembali pengalaman masa lalunya. Sedangkan Fungsionalisme: aliran yang menekankan pada proses mental. Lebih menekankan pada fungsi-fungsi. Fungsionalisme itu gak cukup dengan apa dan mengapa sesuatu itu terjadi. Fungsionalisme itu kayak mengapa dan untuk apa sesuatu itu terjadi.

      Kedua aliran tersebut bukan berlawanan, hanya saja bertolak belakang metodenya. Hal tersebut lah yg membedakan baik keduanya maupun aliran lain. Jika strukturalisme lebih dengan metode intropeksi sedangkan fungsionalismi lebih menggunakan metode fungsi mental.

      Hapus
  17. Assalamualaikum. saya Pramarne Nevyasandi (D91219143), mohon izin untuk bertanya. di dalam makalah disebutkan aliran fungsionalisme berbeda dengan psikoanalisa ,maupun psikoanalitis yang berpusat kepada seorang tokoh. tolong jelaskan maksud dari penytaan tersebut serta tolong berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari dari kedua aliran tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aliran fungsionalisme memadukan antara pikiran manusia dengan lingkungannya, aliran ini memandang bahwa masyarakat merupakan sistem dari suatu bagian yang tak terpisahkan. Sedangkan aliran psikoanalisa sendiri berteori bahwa psikis dari manusia itu di pengaruhi oleh kepribadian manusia itu sendiri. Contoh dari aliran fungsionalisme seperti perubahan sikap manusia itu dipengaruhi oleh faktor dengan siapa dia berteman, dimana dia tinggal ataupun bagaimana pendidikannya dari kecil, bagitupun dengan aliran psikoanalisa orang yang sudah mampu berfikir dengan benar dan mampu membedakan akan hal baik dan buruk pastilah tidak akan mudah terjerumus ke dalam lingkungan atau komunitas yang salah

      Hapus
  18. Peserta, Yuliya Khafidhotul Istifadah(D71219089),B
    Mohon izin bertanya, Dari berbagai macam aliran yang sudah dijelaskan oleh pemakalah, bagaimanakah cara membedakan pada setiap aliran atau ciri ciri yang menonjol dalam setiap aliran itu seperti apa ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berikut ini adalah perbedaan dari setiap aliran yang sudah di jelaskan:
      -Aliran fungsional memandang bahwa pikiran, proses kejiwaan, persepsi, dan emosi merupakan hasil adaptasi manusia secara biologis. Aliran fungsionalisme menekankan pada fungsi dan bukan fakta dari suatu fenomena kejiwaan, atau menghubungkan fenomena kejiwaan dengan peranan dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsional juga tidak cukup menjelaskan tentang mengapa sesuatu bisa terjadi, namun juga mengapa dan untuk apa hal tersebut terjadi. Fungsionalisme berfungsi untuk menyesuaikan diri secara psikis dan sosial untuk kelangsungan kehidupan.
      -Aliran strukturalisme mempunyai Ciri khas, ciri khas tersebut ialah pemusatan pada deskripsi keadaan aktual objek melalui penyelidikan, penyingkapan sifat-sifat instrinsiknya yang tidak terikat oleh waktu dan penetapan hubungan antara fakta atau unsur-unsur sistem tersebut melalui pendidikan .
      -Aliran psiko-analisa menyatakan struktur dasar kepribadian manusia sudah terbentuk pada usia lima tahun. Kemudian salah seorang tokoh yg bernama freud membagi kepribadian dalam tiga komponen, yaitu id, ego, dan superego.
      -Sedangkan aliran kognitif lebih menekankan hal yang berlangsung di pikiran seseorang. Bagaimana seseorang berfikir, mengingat, memahami bahasa, memecahkan masalah, menjelaskan berbagai pengalaman, memperoleh sejumlah standar moral dan membentuk keyakinan.
      -Aliran humanistik memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

      Hapus
  19. Saya Azril Ramadhan (D91219103) izin bertanya, dari sekian banyak aliran dalam psikologi, aliran mana yang digunakan untuk menyelesaikan jika ada suatu masalah didalam pendidikan? dan bagaimana cara aliran tersebut menyelesaikannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemakalah, Fitri Sofi Yulloh (D71219066), B.
      Akan menjawab pertanyaan dari mas Azril.

      Yaitu aliran humanistik dan kognitif.
      Bagaimana cara aliran tersebut menyelesaikannya?
      Jika dalam aliran humanistik, salah satu bentuk pendidikan humanisme adalah pendidikan terbuka (open education), yg merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk bergerak secara bebas dan memilih aktivitas belajar mereka sendiri. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan pembimbing. Peserta didik tidak hanya sekedar duduk manis mendengarkan materi yang disampaikan oleh gurunya, tetapi peserta didik juga diharapkan mampu bekerja secara individual dengan cara berkelompok, agar peserta didik mampu mengeksplorasi bidang-bidang pelajaran, mengusulkan topik-topik pelajaran, sehingga dapat membantu mewujudkan bakat dan minat-minat tertentu.
      Sedangkan dalam aliran kognitif, teori dalam pembelajaran yaitu guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya, anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar belajar menggunakan benda-benda konkret, keaktifan siswa sangat dipentingkan, guru menyusun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana kekompleks, guru menciptakan pembelajaran yang bermakna, memperhatian perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa.

      Hapus
  20. Peserta, Zulham Alimuddin, B, D9121960.

    Izin bertanya. Disebut dimakalah bahwa "pada awal berdirinya psikologi sebagai satu disiplin limu yang mandiri, psikologi didominasi oleh gagasan serta usaha mempelajari elemen-elemen dasar dari kehidupan mental orang dewasa normal"
    Mohon dijelaskan mengenai elemen-elemen dasar dari kehidupan mental orang dewasa normal! Jika ada macamnya bisa disebutkan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanna Luthfi LailyRabu, 29 April, 2020

      yang dimaksud elemen-elemen dasar kehidupan mental orang dewasa normal ialah suatu bahan pembentuk mental orang pada dewasa normal. disini bahan yang dimaksud seperti pembekalan mental pada orang dewasa. macam-macam elemen dasarnya ialah aliran-aliran yang ada dalam psikologi yang sudah dijelaskan pada makalah. contohnya aliran psikoanalisa, aliran humanistik, dll.

      Hapus
  21. Tim penyusun :
    Ahmad Ja'far Shodiq (D91219092)
    Hefi Nur Afidah (D91219115)
    Zahrotul Jannah (D91219158)
    Assalamualaikum wr wb kami dari kelompok 7 kelas C akan mempresentasikan hasil diskusi kami dengan tema Aliran Psikologi.
    Berikut macam-macam aliran yang ada dalam psikologi :
    1. Strukturalisme
    Struktur adalah sistem transformasi yang mengandung kaidah sebagai sistem (sebagai lawan dari sifat unsur-unsur) dan yang melindungi diri atau memperkaya diri melalui peran transformasi-transformasinya, tanpa keluar dari batas-batasnya atau menyebabkan masuknya unsur-unsur luar.
    Strukturalisme menekankan pada pengalaman mental yang kompleks, yang terdiri atas keadaan-keadaan mental yang sederhana, kesadaran dan proses pembentukannya.
    Tujuan psikologi, menurut kaum strukturalis adalah menyelidiki apa, bagaimana, dan mengapa terjadi pengalaman dan kesadaran. Kaum strukturalis memecahkan masalah relasi kesadaran dengan otak atau tubuh, dengan jalan menggunakan prinsip pararelisme psikofisikal, yaitu satu bentuk dualisme di mana jiwa dan tubuh dianggap sebagai dua substansi yang terpisah satu dari lain tanpa interaksi di antara keduanya; tetapi pararel antara satu dengan lainnya sedemikian rupa, sehingga untuk setiap kejadian di dalam kesadaran selalu akan terdapat peristiwa yang cocok dan sesuai di dalam tubuh. Tokoh psikologi strukturalisme ini adalah William Wundt, Edward Bradford Titchener.

    2. Fungsionalisme
    Fungsionalisme (Functional Psychology) adalah aliran psikologi yang tumbuh di Amerika serikat yang dipelopori oleh William James (sering disebut bapak psikologi Amerika Serikat). Tokoh-tokoh lain juga terkenal yang dibagi dua kelompok yaitu Chicago (Chicago School of Functionalism) didirikan John Dewey dan kelompok Columbia (Columbia School of Functionalism) dengan tokohnya James McKeen Cattell).
    Fungsionalisme merupakan reaksi terhadap pandangan/ aliran strukturalisme tentang keadaan-keadaan mental. Fungsionalisme adalah suatu tendensi dalam psikologi yang menyatakan bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis sebagai suatu jenis psikologi yang menggaris bawahi fungsi-fungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan organisme itu, dan bukan menggambarkan atau menganalisis fakta-fakta pengalaman atau kelakuan yang mendekati masalah pokok dari sudut pandang yang dinamis, dan bukan dari sudut pandang statis.
    Apa pun rumusan tentang fungsionalisme, aliran psikologi ini pada intinya merupakan doktrin bahwa proses atau keadaan sadar seperti kehendak bebas, berpikir, beremosi, memersepsi, dan mengindrai adalah aktivitas atau operasi dari sebuah organisme dalam kesalinghubungan fisik dengan sebuah lingkungan fisik. Aktivitas ini memudahkan kontrol organisme, daya tahan hidup, adaptasi, keterikatan atau penarikan diri, pengenalan, pengarahan, dan lain-lain. Seluruh organisme dapat dianalisis sebagai sebuah sistem umpan balik dan stimulus respons. Fungsionalisme merupakan paham yang tumbuh di Amerika Serikat dengan sifat-sifat bangsa Amerika yang serba praktis dan pragmatis.
    Aliran fungsionalisme ini mempelajari fungsi dan tingkah laku atau proses mental, bukan hanya mempelajari struktural. Metode yang dipakai oleh aliran fungsionalisme dikenal sebagai metode observasi tingkah laku dan intropeksi sadar(half consciousness).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya AKRIMA WACHIDAH (D91219093) DARI kelas C. izin bertanya kepada pemakalah. apakah ada pengaplikasian dari aliran fungsionalisme? jika ada, tolong paparkan pengaplikasian dari aliran fungsionalisme dalam lingkungan sekitar. Terimakasih

      Hapus
  22. Sekain presentasi dari kelompok kami jika ada kelebihan itu datangnya dari Allah SWT jika ada kekurangan itu datangnya dari kami, semoga kita semua mendapat ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat aamiin
    Sekian dari kami.
    Wassalamu'alaikum Wr Wb

    BalasHapus
  23. 3. Psikoanalisis.
    Aliran psikoanalisis muncul pada tahun 1900 sebagai upaya memperdalam pandangan-pandangan psikologis dan mengkaitkannya melalui berbagai kemajuan dalam bidang kedokteran.Tokoh yang disebut sebagai bapak psikoanalisis adalah Sigmun Freud.Freud lahir tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg Moravia. Freud berusaha meredksi psikologi menjadi kedalam neurologi karena pada dasarnya ia adalah seorang ahli saraf.
    Teori dasar dari sigmun adalah ide tentang alam sadar (conscious mind) versus alam bawah sadar (unconscious mind). Alam sadar merupakan apa yang seseorang sadari pada saat-saat tertentu, pengindraan langsung, ingatan, pemikiran, fantasi, perasaan yang anda miliki. Hal yang berkaitan erat dengan alam sadar adalah alam pra-sadar, yaitu apa yang disebut saat ini dengan “kenangan yang sudah tersedia” (available memory), yaitu segala sesuatu yang dengan mudah data dipanggil kea lam sadar, kenang-kenangan yang walaupun tidak anda ingat waktu berpikir, tapi dapat dengan mudah diapanggil lagi. Menurut Freud keduanya adalah bagian terkecil dari fikiran.
    Adapun bagian terbesar dari pikiran adalah alam bawah sadar (unsconscious mind).Bagian ini mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa kealam sadar, termasuk segala sesuatu yang memang asalnya dari alam bawah sadar seperti nafsu dan insting. Freud berpendapat bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan dorongan yang ada dalam diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti makanan atau seks, atau motif-motif yang mendorong seniman atau ilmuwan berkarya.
    Konsep lain dari freud adalah struktur kepribadian. Struktur kepribadian dibagi menjadi tiga yaitu :Id, Ego, Superego, masing-masing merupakan tahapan-tahapan kepribadian dan masing-masing juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Id merupakan Struktur kepribadian yang paling mendasar, hanya berdasarkan dorongan nafsu atau kenikmatan belaka.Ego adalah pikiran yang beroperasi menurut prinsip kenyataan (reality principle) yang memuaskan dorongan id menurut cara-cara yang dapat diterima masyarakat atau sebagai kepribadian yang mengontrol kesadaran. Superego merupakan Kesdaran tertinggi manusia, terbentuk melalui proses identifikasi dalam nilai-nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral.
    Tokoh lain dari psikoanalisis Carl Gustav Jung (1875-1961).Ia adalah seorang psikiater yang keluar dari sekolah psikoanalisis Freud. Ia mengklasifikasi karakteristik kepribadian menjadi 2 yaitu introvert dan ekstravert. Kepribadian introvert merujuk pada sebuah kecenderungan untuk mengutamakan dunia dalam pada diri seseorang. Aspek-aspekyang lebih jelas dari introversi adalah malu, tidak suka pada fungsi-fungsi sosial, dan menyukai privasi. Sedangkan kepribadian ekstravert merujuk pada kecenderungan untuk melihat dunia luar, khususnya orang lain demi kesenangan diri. Orang dengan karakteristik ekstravert biasanya mudah bersahabat dan menikmati aktivitas sosial, dan merasa tidak nyaman ketika sendirian.

    BalasHapus
  24. 4. Humanistik
    Muncul sebagai kritik terhadap pandangan tentang manusia yang mekanistik ala behaviorisme dan pesimistik ala psikoanalisa. Oleh karenanya sering disebut sebagai the third force (the first force is behaviorism, the second force is psychoanalysis).
    Prinsip utama:
    a. Memahami manusia sebagai suatu totalitas. Oleh karenanya sangat tidak setuju dengan usaha untuk mereduksi manusia, baik ke dalam formula S-R yang sempit dan kaku (behaviorisme) ataupun ke dalam proses fisiologis yang mekanistis. Manusia harus berkembang lebih jauh daripada sekedar memenuhi kebutuhan fisik, manusia harus mampu mengembangkan hal-hal non fisik, misalnya nilai ataupun sikap.
    b. Metode yang digunakan adalah life history, berusaha memahami manusia dari sejarah hidupnya sehingga muncul keunikan individual.
    c. Mengakui pentingnya personal freedom dan responsibility dalam proses pengambilan keputusan yang berlangsung sepanjang hidup. Tujuan hidup manusia adalah berkembang, berusaha memenuhi potensinya dan mencapai aktualitas diri. Dalam hal ini intensi dan eksistensi menjadi penting. Intensi yang menentukan eksistensi manusia.
    d. Mind bersifat aktif, dinamis. Melalui mind, manusia mengekspresikan keunikan kemampuannya sebagai individu, terwujud dalam aspek kognisi, willing, dan judgement. Kemampuan khas manusia yang sangat dihargai adalah kreativitas. Melalui kreativitasnya, manusia mengekspresikan diri dan potensinya.
    e. Pandangan humanistic banyak diterapkan dalam bidang psikoterapi dan konseling. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman diri.
    Tokoh- tokoh aliran humanistic, yaitu Carl Rogers (1902 – 1988) dan Abraham Maslow (1908-1970) yang dikenal dengan teori motivasinya.
    5. Gestalt.
    Istilah gestalt berasal dari bahasa Jerman. dalam bahasa inggris berarti form, shape, configuration, whole. Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti, keseluruhan, esensi, totalitas, hal peristiwa dan hakikat. Aliran ini dikembangkan di sekolah Berlin oleh tokoh-tokohnya seperti M. Weitheimerm K. Koffka, dan W. Kohler. Aliran ini memandang yang utama bukanlah elemen tetapi keseluruhan. Metode kerjanya adalah mengannalisis unsur-unsur kejiwaan. Kesadaran dan jiwa manusia tidak munfkin dianalisis kedalam elemen-elemen. Gejala kejiwaan harus dipelajari sebagai suatu keselurujan atau totalitas. Keseluruhan adalah lebih lebih dari sekedar penjumlahan unsur-unsurnya.keseluruhan itu lebih dahulu ditanggapi dari bagian-bagiannya dan bagian-bagian itu harus memperoleh makna keseluruhan. Artinya, makna gestalt bergantung pada unsur-unsurnya dan sebaliknya arti unsur-unsur itu bergantung pula pada gestalt.
    Inti dari konsep gestalt ini adalah apa yang sedang dilihat oleh seseorang merupakan efek dari keseluruhan peristiwa, yang tidak terkandung dalam total bagian-bagian itu. Seseorang yang sedang melihat untaian lampu yang mengalir, sekalipun hanya melihat satu lampu yang bersinar pada satu waktu, sebab keseluruhan peristiwa mengandung hubungan-hubungan diantara masing-masing lampu yang kita alami juga.
    Dalam hal persepsi, salah satu prinsip gesltalt adalah hokum pragnanz. Pragnanz dalam bahasa jerman juga memiliki arti yang sama dalam bahasa inggris pregnant yang berarti hamil. Hokum ini berkata bahwa kita pada dasarnya digiring untuk mengalami segala hal yang sebagus mungkin dalam pengertian gestalt. “bagus” bisa berarti banyak disini, seperti keteraturan, ketertiban, kesederhanaan, simetri, dan seterusnya, yang kemudian merujuk pada prinsip-prinsip gestalt yang spesifik.
    Psikologi gestalt memandang keberadaam totalitas batiniah yang mengorganisasi yang memposisikan totalitas sebagai sesuatu yang utama, sedangkan elemen-elemen kejiwaan merupakan sesuatu yang sekunder. Gejala-gejala psikis yang khusus menurut gestalt merupakan totalitas dari seluruh keadaan psikis yang menentukan bangkitnya tenaga batiniah dalam psikis manusia.

    BalasHapus
  25. 3. Behaviourisme
    Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia, aliran ini berkembang di AS, merupakan lanjutan dari fungsionalisme. Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental.
    Peletak dasar aliran ini adalah Ivan Pavlov (1849-1936) dan William Mc Dougall (1871-1938). Teorinya yang terkenal adalah mengenai insting. Menurutnya insting adalah kecenderungan bertingkah laku dalam situasi tertentu sebagai hasil pembawaan sejak lahir dan tidak dipelajari sebelumnya.
    Inti dari aliran ini adalah asumsi bahwa jiwa bukan materi sehingga tidak dapat diteliti secara langsung.
    Aliran behaviourisme memiliki 5 pandangan utama mengenai fundamentalnya perilaku. Pandangan-pandangan tersebut adalah sebagai berikut :
    a. Tingkah laku manusia atau hewan merupakan realitas dari jiwa yang abstrak yang bermakna dan data diukur secara ilmiah dengan pendekatan alamiah.
    b. Psikologi adalah ilmu yang mengkaji sesuatu yang objektif, empiris, dan realistis. Oleh karena itu segala hal yang keluar dari karakteristik ilmiah, tingkah laku yang metafisik tanpa bentuk dan wujud tidak dapat diteliti, seperti tentang kesadaran yang artinya abstrak. Kesadaran dalam bentuk fisikal saja yang dapat dianalisis dan ditemukan unsur-unsur strukturnya.
    c. Penelitian terhadap tingkah laku merupakan subject matter yang dikaji psikologi
    d. Faktor-faktor eksternal dalam konteks behaviourisme merupakan rangsangan yang dapat diikutsertakan, tetapi bukan merupakan tingkah laku yang sejatinya.
    e. Jiwa dalam arti yang sesungguhnya adalah insting. Kesadaran substansial yang menjadi rumukan utama adanya tingkah laku yang sebenarnya. Sebab, semua bentuk tingkah laku yang meskipun sudah dirangsang oleh pengaruh eksternal tetap harus dikembalikan pada sifat bawaannya hang semua.
    Beberapa tokoh behaviourismeyang terkenal adalah John B. Watson (1878-1958), B.F. Skinner (1904-1990).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Wahyu Nur Wahid (D71219087) dari kelas C. Mohon izin bertanya kepada pemateri nggeh. Tertulis dalam pemaparan bahwa, "Freud berusaha meredaksi psikologi menjadi kedalam neurologi". Nah yang saya tanyakan, tolong dijelaskan maksud dari "meredaksi psikologi menjadi kedalam neurologi" itu yang bagaimana? Dan usaha yang dilakukan freud untuk meredaksi psikologi menjadi kedalam neurologi itu seperti apa?

      Mohon maaf jika terdapat salah kata. Matur Nuwun :)

      Hapus
  26. Mohon izin bertanya, saya Mohammad Farid Alfarisi / D91219129 / C.

    Manusia pada umumnya memiliki rasa belas kasih dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Pertanyaannya kedua hal tersebut itu termasuk dalam aliran psikologi yang mana, serta jelaskan mengapa termasuk dalam aliran tersebut!
    Terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Anggi NP (D91219100/C) Izin menjawab,
      Menurut saya, rasa belas kasih dan kasih sayang terhadap sesama manusia termasuk Aliran Psikologi Humanistik.

      Seperti yang telah kita ketahui, membahas kasih sayang pasti akan berlanjut membahas cinta nantinya. Karena cinta dan kasih sayang itu sendiri adalah dua perasaan yang tidak bisa dipisahkan. Kasih sayang adalah langkah pertama menuju cinta. Sedangkan cinta adalah gabungan dari rasa kasih sayang, peduli, dan keinginan untuk memiliki seseorang. Dan Kasih sayang termasuk kebutuhan dasar dari setiap manusia. Pada umumnya, dan dalam jalan yang memang seharusnya, tanpa kasih sayang manusia tidak akan pernah ada dimuka bumi ini. Kita lahir didunia ini karena adanya kasih sayang, bahkan ketika kita matipun masih akan selalu mendapatkan kasih sayang, dengan contoh kita masih dapat sambungan doa dr yang masih hidup. Seperti yang telah dipaparkan, seorang Tokoh Psikologi aliran humanistik, Abraham Maslow dalam teori Hierarki-nya mengatakan bahwa terdapat 5 kebutuhan dasar manusia, kebutuhan dasar manusia tersebut meliputi: Kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Jika salah satunya tak terpenuhi, misalnya kasih sayang, maka dalam diri seseorang akan mengalami suatu keadaan psikologis yang tidak seharusnya ada pada dirinya, semisal, cenderung mengisolasi diri, timbulnya ujaran-ujaran kebencian, kepercayaan diri rendah, merasa tidak berguna, kesulitan membaca situasi dan mengidentifikasi perasaan org lain dan hal-hal lain yang berdampak negatif pada kehidupannya.

      Hapus
  27. Saya Vian Nur Syaifulloh D91219155, kelas C
    Izin bertanya,
    Dalam Terapi psikologis atau psikoterapi aliran yang paling dominan digunakan itu aliran yang mana..? Mengapa..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peserta. Amelia Laili Fatroh (D91219098). Kelas C
      Izin menjawab,
      Ada 2 model terapi yang paling dominan digunakan yaitu terapi psikodinamik yang termasuk kedalam aliran psikoanalisis dan terapi kognitif yang termasuk kedalam aliran social learning. Karena kedua model terapi tersebut memiliki efektivitas yang cukup tinggi untuk menangani klien-klien yang memiliki permasalahan, namun setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda terhadap tipe terapi tertentu.

      Hapus
  28. Assalamualaikum
    Nama: Mazidah Adelita Shofiyana
    Kelas: D91219123
    Mohon izin bertanya...
    Dalam makalah dijelaskan bahwa Kepribadian introvert merujuk pada sebuah kecenderungan untuk mengutamakan kepada dunia dalam.
    Jelaskan yang di maksut dengan dunia dalam?

    BalasHapus
  29. Peserta, Qurrota A'yun Al Fithri (D71219081) kelas C

    Aliran behaviourisme memiliki 5 pandangan salah satunya adalah jiwa dalam arti yang sesungguhnya adalah insting itu jelaskan bagaimana mkasutnya ?

    BalasHapus